Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri Erick Thohir: IFG Bisa Setara dengan Ping An Insurance

Ping An Insurance merupakan perusahaan yang masuk ke dalam jajaran perusahaan Fortune 500.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 28 April 2021  |  11:56 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir - Istimewa
Menteri BUMN Erick Thohir - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia Financial Group (IFG) diharapkan memiliki peran yang signifikan dalam proses perkembangan industri jasa keuangan negara.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pandemi virus corona yang terjadi menyadarkan pemerintah untuk mempercepat proses transformasi perusahaan-perusahaan pelat merah. Hal ini tidak hanya dilakukan dari sisi korporasi, tetapi juga sumber daya manusia.

Erick menjelaskan kehadiran IFG sebagai Holding Perasuransian dan Penjaminan merupakan salah satu upaya menyeluruh pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri jasa keuangan negara secara menyeluruh.

Hal ini juga dilakukan berdasarkan core values AKHLAK yang terdiri dari Nilai-Nilai Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

“Pembenahan sektoral yang komprehensif pada industri jasa keuangan akan membuat Indonesia memiliki daya saing yang baik di tingkat global,” ujarnya saat memberikan sambutan secara daring pada acara IFG Progress, Rabu (28/4/2021).

Erick melanjutkan IFG dapat menjadi tulang punggung dan pemain utama dalam industri jasa keuangan baik di dalam negeri maupun dunia. Dia berharap, IFG dapat memiliki posisi serupa seperti Ping An Insurance yang masuk ke dalam jajaran perusahaan Fortune 500.

Erick menjelaskan keberhasilan Ping An masuk pada daftar tersebut ditopang oleh tata kelola usaha yang profesional dan inovasi produk keuangan yang sangat baik. Tidak hanya itu, Ping An juga mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperbesar ceruk pasarnya.

“Mereka [Ping An] tidak hanya mendapat kepercayaan konsumen, tetapi juga adaptif dalam memanfaatkan perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi,” jelasnya.

Erick mengharapkan IFG mampu mentransformasikan industri jasa keuangan negara dengan inovasi-inovasinya sehingga menjadi pilar kekuatan ekonomi bangsa. Hal ini akan mendatangkan dampak positif bagi seluruh pihak terkait, mulai dari pelanggan hingga pemegang saham.

“Inovasi dan ide-ide baru yang progresif berlandaskan core value BUMN serta tata kelola yang baik menjadi penting untuk memaksimalkan potensi industri jasa keuangan Indonesia,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN erick thohir Holding Asuransi IFG
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top