Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sahamnya Digembok Bursa 3 Tahun, GEMS Berharap Segera Dibuka

Corporate Secretary Golden Energy Mines Sudin mengatakan bahwa perseroan telah melakukan sejumlah arahan Bursa Efek Indonesia untuk membuka suspensi saham, termasuk menggelar paparan publik insidentil sebagai upaya memberikan informasi yang komprehensif kepada publik.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 22 April 2021  |  15:40 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara entitas Grup Sinar Mas, PT Golden Energy Mines Tbk., berharap Bursa Efek Indonesia segera membuka gembok saham perseroan setelah tersuspensi lebih dari 3 tahun.

Corporate Secretary Golden Energy Mines Sudin mengatakan bahwa perseroan telah melakukan sejumlah arahan Bursa Efek Indonesia untuk membuka suspensi saham, termasuk menggelar paparan publik insidentil sebagai upaya memberikan informasi yang komprehensif kepada publik.

“Kami harapkan Bursa Efek Indonesia dapat segera unsuspensi saham GEMS sehingga bisa diperdagangkan secara normal untuk investor publik,” ujar Sudin saat paparan publik insidentil, Kamis (22/4/2021).

Untuk diketahui, saham emiten berkode GEMS itu telah disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia sejak 31 Januari 2018 seiring dengan tidak terpenuhinya ketentuan free float.

Sejatinya, saham free float GEMS sudah melampaui 50 juta lembar sesuai dengan ketentuan. Namun, proporsinya masih di bawah 7,5 persen, yaitu hanya sebesar 3 persen, sehingga dipandang masih wajib melakukan penyesuaian.

Kemudian, pada akhir 30 Maret 2021 pengendali saham perseroan, Golden Energy Resources Ltd. (GEAR), mendivestasikan 264.705.885 saham GEMS kepada Ascend Global Investment Fund SPC (ADSP). Adapun, jumlah tersebut setara 4,5 persen dari total kepemilikan saham GEAR atas GEMS.

Setelah Ascend Global resmi masuk menjadi salah satu pemegang saham GEMS, maka per 31 Maret 2021 komposisi pemegang saham GEMS terdiri atas GEAR sebesar 62,4998 persen, GMR Coal Resources Pte Ltd sebesar 30 persen, dan publik sebesar 7,5 persen.

Dengan demikian, perseroan menilai ketentuan free float minimal 7,5 persen telah berhasil dipenuhi.

“Kami akan segera koordinasikan kembali dengan bursa, paling lambat harapannya senin sudah memenuhi harapan itu,” papar Sudin.

Di sisi lain, dengan terpenuhinya ketentuan free float itu, GEMS berencana untuk membatalkan pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Semula, GEMS berencana menggelar aksi rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10 persen saham baru dari modal ditempatkan dan disetor penuh atau 588,23 miliar saham baru.

Saham baru yang akan dikeluarkan berasal dari portepel perseroan dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Direktur Golden Energy Mines Suhendra mengatakan bahwa tujuan utama perseroan melakukan aksi rights issue tersebut bukan mencari dana segar, melainkan untuk memenuhi ketentuan free float dari otoritas.

Dia menjelaskan kondisi keuangan perseroan dalam kondisi baik. Hal itu tercermin dari kinerja perseroan pada 2020, di mana laba bersih berhasil naik 43,62 persen menjadi US$93,93 juta kendati pendapatan melemah ke US$1,06 miliar.

“Dengan memperhatikan kondisi keuangan perseroan yang sangat sehat maka dalam hal ini direksi bermaksud membatalkan rencana rights issue ke OJK apabila bursa telah unsuspensi saham GEMS,” papar Suhendra.

Di lantai bursa, saham GEMS tergembok di level Rp2.550 per saham. Kapitalisasi pasar GEMS di posisi Rp15 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia sinar mas golden energy suspensi golden energy mines
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top