Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Saham Turun, Transkon Jaya (TRJA): Tak Cerminkan Kinerja Perseroan

Berdasarkan data Bloomberg, saham PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA) hari ini Rabu (7/4/2021) ditutup melemah 1,16 persen atau 2 poin ke level 170. Sementara emiten yang baru melantai itu menetapkan harga pelaksanaan Rp250 per lembar saham.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 07 April 2021  |  17:15 WIB
PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA) melakukan IPO pada 27 Agustus 2020.  - Istimewa
PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA) melakukan IPO pada 27 Agustus 2020. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten yang bergerak di sektor transportasi dan logistik PT Transkon Jaya Tbk. ungkapkan pergerakan saham tidak berkolerasi dengan bisni perusahaan.

"Kalau kita bilang sih, pergerakan harga saham itu enggak ada korelasinya dengan bisnis perusahaan," ujar Geraldine Laurie Manuella Simanjuntak, Head Investor Relation Transkon Jaya pada Rabu (7/4/2021).

Geraldine menduga penurunan harga saham emiten berkode saham TRJA berkaitan dengan pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Bloomberg, saham TRJA hari ini Rabu (7/4/2021) ditutup melemah 1,16 persen atau 2 poin ke level 170. Sementara emiten yang baru melantai itu menetapkan harga pelaksanaan Rp250 per lembar saham.

Hingga saat ini TRJA yang mulai melantai di Bursa Efek Indonesia pada 27 Agustus 2020 lalu, memiliki rentang harga saham Rp380-Rp140 per lembar saham. Sepanjang perdagangan, perseroan ini telah mencatatkan volume perdagangan sebesar 305,97 miliar saham dalam lebih dari 8 bulan.

Jika melihat laporan keuangan Transkon Jaya pada kuartal III/2020, emiten ini memang mengalami peningkatan pendapatan 1,62 persen yaitu sebesar Rp306,68 miliar.

Peningkatan ini juga beriringan dengan kenaikan laba bersih menjadi Rp34,38 miliar. Di mana terjadi peningkatan laba hingga 10,57 persen jika dibandingkan laporan September 2019 yang mengantongi laba Rp31,09 miliar.

Belum genap setahun masuk pasar modal, Geraldine mengaku perseroan masih akan mengeksplorasi dunia IPO, dan juga bursa efek.

Sejauh ini, berdasarkan pengalaman, perseroan mengaku "berkawan" dengan krisis. Begitu juga saat kini menghadapi masa pandemi Covid-19 yang bisa dikatakan masa krisis bagi pelaku pasar.

Dia mengungkapkan saat batu bara mengalami fluktuasi yang menyeramkan pada 2017 lalu, Transkon justru menggenjot pembelian unit sebagai strategi perseroan untuk terus mengungguli kompetitornya.

"Kalau kita justru stand out-nya kalau krisis. Soalnya kita sama krisis itu sudah 'bestie' jadi enggak pernah takut sama yang namanya krisis sih," ungkap Geraldine.

Sebagai informasi, Transkon Jaya merupakan emiten penyewaan kendaraan light vehicle dan penyedia layanan jaringan internet yang berbasis di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Belakangan, perseroan yang berdiri dari 2002 itu juga telah mengekspansi lini bisnisnya ke sektor infrastruktur.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten emiten transportasi transkon jaya
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top