Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Raup Laba di Tengah Pandemi, Kimia Farma (KAEF) Siapkan Strategi Jitu di 2021

Emiten bersandi KAEF ini menyiapkan strategi mulai dari manufaktur yaitu dengan pengembangan produk Bahan Baku Obat yang saat ini sudah mulai melakukan komersialisasi BBO ke industri farmasi untuk mendukung program Pemerintah yaitu terkait dengan peningkatan penggunaan produk dalam negeri
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 04 April 2021  |  20:16 WIB
Seorang petugas di Apotik Kimia Farma sedang melihat persediaan barang yang dijual di etalase. - Kimia Farma
Seorang petugas di Apotik Kimia Farma sedang melihat persediaan barang yang dijual di etalase. - Kimia Farma

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten farmasi BUMN PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) menargetkan pertumbuhan lebih baik pada 2021 ini. Hal tersebut ditopang dari sejumlah strategi yang disiapkan perseroan.

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno menjelaskan secara umum bisnis pada 2021 masih dengan tantangan pandemi Covid–19, sehingga secara global perkembangan ekonomi masih dinamis seiring dengan kondisi pandemi secara global.

"Dari sisi bisnis, meskipun kondisi ekonomi masih sangat dinamis, kami optimistis bisnis farmasi masih ada potensi untuk berkembang ke depannya," urainya kepada Bisnis, Minggu (4/4/2021).

Dia meyakini Kimia Farma pada 2021 dapat menunjukkan kinerja yang bertumbuh dibandingkan dengan tahun sebelumnya meskipun dalam kondisi pandemi yang masih berlangsung.

Untuk menjaga kinerja 2021, emiten bersandi KAEF ini menyiapkan strategi mulai dari manufaktur yaitu dengan pengembangan produk Bahan Baku Obat (BBO) yang saat ini sudah mulai melakukan komersialisasi BBO ke industri farmasi untuk mendukung program Pemerintah yaitu terkait dengan peningkatan penggunaan produk dalam negeri/Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Selain pengembangan BBO, juga dilakukan mapping fasilitas produksi dilanjutkan dengan penataan portofolio fasilitas produksi milik Perseroan yang ditargetkan dapat meningkatkan efisiensi dari sisi proses produksi.

Di sektor hilir, perseroan juga terus meningkatkan pelayanan kesehatan melalui jaringan ritel outlet Apotek dan Klinik serta Laboratorium Klinik Kimia Farma dengan optimalisasi integrasi digital healthcare.

"Kimia Farma telah memanfaatkan perkembangan teknologi di era industri 4.0 dan new normal dengan pengembangan digital platform yaitu Kimia Farma Mobile,” ujarnya.

Kimia Farma Mobile adalah suatu aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat atau konsumen untuk melakukan transaksi baik transaksi produk maupun layanan kesehatan, yang sudah dapat diunduh melalui App Store maupun Google Play.

Fitur yang dapat diperoleh oleh konsumen dalam Kimia Farma Mobile antara lain Membership, Order Produk Kesehatan, Online Payment, Healthcare News serta Integrasi Layanan Swab Antigen dan PCR di outlet Kimia Farma.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham KAEF itu membukukan pendapatan sebesar Rp10 triliun pada 2020. Perolehan itu tumbuh 6,4 persen dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp9,4 triliun.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga naik menjadi Rp6,34 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp5,89 triliun.

Kendati demikian, beban pajak penghasilan kini perseroan menyusut menjadi Rp48,57 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp90,86 miliar.

Dari itu, KAEF berhasil mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp17,63 miliar pada 2020.

Perolehan itu berbanding terbalik dengan perolehan 2019 yang mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp12,72 miliar.

Di sisi lain, total liabilitas KAEF turun menjadi Rp10,45 triliun pada akhir 2020 dari posisi akhir 2019 sebesar Rp10,93 triliun. Adapun, liabilitas 2020 itu terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp6,78 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp7,39 triliun.

Sementara itu, total aset Kimia Farma pada 2020 turun menjadi Rp17,56 triliun dibandingkan dengan posisi akhir 2019 sebesar Rp18,35 triliun. Total aset itu termasuk kas setara kas perseroan pada akhir 2020 sebesar Rp1,24 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten farmasi kimia farma Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top