Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data Kenegakerjaan AS Positif, Indeks Berjangka Wall Street Menguat

Rilis data ketenagakerjaan AS menunjukkan optimisme masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan saat pandemi masih belum berakhir.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 03 April 2021  |  09:23 WIB
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks saham berjangka di AS melesat setelah rilis data ketenagakerjaan di sana menunjukkan peningkatan sejak tujuh bulan terakhir. Hal itu pun menunjukkan pasar tenaga kerja di Negeri Paman Sam mulai bergairah.

Indeks berjangka S&P 500 terpantau melanjutkan kenaikan setelah data ketenagakerjaan AS untuk Maret dirilis tumbuh menjadi 916.000.

Yield obligasi AS bertenor 10 tahun atau US Treasury juga menguat 3 bps menjadi 1,70 persen. Adapun, data berjangka disebutkan karena pasar saham di AS sebagian tutup memperingati Jumat Agung.

Chief Economist Ameriprise Financial Inc. Russel Price menjelaskan rilis data ketenagakerjaan itu menunjukkan optimisme masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan saat pandemi masih belum berakhir.

Selain itu, gairah pasar tenaga kerja juga disebut berasal dari stimulus yang sudah digelontorkan kepada perekonomian.

Departemen Ketenagakerjaan AS merilis data ketenagakerjaan di sana tumbuh menjadi 916.000 pada Maret dan merevisi naik realisasi pada Februari. Tingkat pengangguran juga disebut turun 6 persen seiring dengan tingkat partisipasi pekerja meningkat.

“Ini merupakan sinyal kuat bagi perekonomian setelah banyak orang divaksin, sekolah dibuka lagi, dan warga AS bisa kembali berlibur dan membelanjakan uang di luar rumah,” tulis Bloomberg, dikutip Sabtu (3/4/2021).

Selain itu, rencana stimulus dari Presiden AS Joe Biden senilai US$2,25 triliun yang difokuskan pada sektor infrastruktur juga disebut menjadi katalis positif.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indeks amerika serikat wall street indeks standard & poor's 500 us treasury
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top