Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bersiap IPO, Produsen Emas Grup Rajawali Kerek Kapasitas

Peningkatan kapasitas pabrik yakni dari 3,6 juta ton per tahun pada akhir 2020 menjadi 8,0 juta ton per tahun pada akhir 2025.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 April 2021  |  01:05 WIB
Produk emas 24 Karat Lotus Archi, produk PT Archi Indonesia, entitas Grup Rajawali. -  Istimewa
Produk emas 24 Karat Lotus Archi, produk PT Archi Indonesia, entitas Grup Rajawali. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Entitas usaha Rajawali Group di bidang pertambangan emas, PT Archi Indonesia, siap meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan di Tambang Emas Toka Tidung, Sulawesi Utara, untuk mendongkrak kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional dan lokal.

Wakil Direktur Utama Archi, Rudy Suhendra mengungkapkan peningkatan kapasitas pabrik tersebut yakni dari 3,6 juta ton per tahun pada akhir 2020 menjadi 8,0 juta ton per tahun pada akhir 2025.

"Kapasitas ini akan memungkinkan perusahaan untuk mencapai produksi sebanyak lebih dari 450 kilo ons [setara dengan lebih dari 14 ton] emas per tahun," ujarnya dilansir dari Antara, Sabtu (3/4/2021).

Dia menjelaskan, perusahaan kini telah mampu memproduksi lebih dari 200 kilo ons (setara dengan 6,2 ton) emas per tahun dalam tiga tahun terakhir dan memiliki cadangan bijih emas sebanyak 3,9 juta ons per akhir Desember 2020.

Selain itu, lanjut dia, Archi merupakan salah satu kontributor pendapatan negara terbesar di bidang pertambangan emas melalui pembayaran pajak dan royalti.

"Untuk itu kami memiliki rencana untuk terus mengembangkan operasional perusahaan demi meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap ekonomi nasional dan lokal," ujarnya.

Berdasarkan pemberitaan Bisnis sebelumnya, Archi Indonesia disebut tengah dalam proses untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun, dana hasil IPO akan digunakan untuk membayar kembali pinjaman yang ada.

Untuk diketahui, Archi Indonesia sepenuhnya dimiliki oleh PT Rajawali Corpora atau Grup Rajawali yang didirikan oleh konglomerat Peter Sondakh. Archi Indonesia memiliki 100 persen saham di proyek tambang emas dan perak Toka Tindung di Sulawesi Utara.

Hak penambangan Proyek Toka Tindung perseroan itu melalui Kontrak Karya (KK) dua entitas usaha Archi, yaitu PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya.

Kedua KK tersebut memiliki total sekitar 40 ribu hektar yang berlaku hingga 2041, dengan kemungkinan perpanjangan jangka waktu 2x10 tahun. Sejak didirikan pada 2010, Archie Indonesia telah memproduksi lebih dari 8 ton emas per tahun.

Berdasarkan laporan keuangan, dalam tiga tahun terakhir Archi Indonesia berhasil mencetak pertumbuhan cukup stabil di pos pendapatan.

Pada 2020, Archi membukukan pendapatan US$393,3 juta, naik 2,5 persen dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar US$838,69 juta.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih Archi sebesar US$123,33 juta, naik 32,6 persen daripada perolehan 2019 sebesar US$92,99 juta.

Di sisi lain, total aset Archi per 31 Desember 2020 senilai US$600,23 juta dengan total liabilitas sebesar US$505,89 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini ipo pertambangan peter sondakh rajawali group lotus archi

Sumber : Antara

Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top