Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bayan (BYAN) Raih Laba Rp4,7 Triliun pada 2020, Naik 47,15 Persen

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham BYAN itu membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$328,73 juta pada 2020. Dengan estimasi kurs Rp14.500 per dolar AS, laba bersih itu mencapai Rp4,76 triliun.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 01 April 2021  |  14:24 WIB
Aktivitas di pelabuhan PT Bayan Resources Tbk. Istimewa
Aktivitas di pelabuhan PT Bayan Resources Tbk. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara, PT Bayan Resources Tbk., membukukan pertumbuhan kinerja pada 2020 kendati di tengah banyaknya tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham BYAN itu membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$328,73 juta pada 2020. Dengan estimasi kurs Rp14.500 per dolar AS, laba bersih itu mencapai Rp4,76 triliun.

Perolehan itu tumbuh 47,15 persen dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar US$223,39 juta.

BYAN mencatatkan pendapatan sebesar US$1,395 miliar (sekitar Rp20,23 triliun) pada 2020, naik tipis 0,28 persen dibandingkan dengan pendapatan 2019 sebesar US$1,391 miliar.

Pendapatan itu terdiri atas US$1,38 miliar dari segmen batu bara dan US$6,16 juta pada segmen non batu bara.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, BYAN membukukan kenaikan beban pokok pendapatan menjadi sebesar US$932,24 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar US$902,2 juta.

Selain itu, perseroan membukukan pemulihan penurunan nilai properti pertambangan, bersih sebesar US$165,86 juta dan pendapatan lain-lain sebesar US$6,69 juta pada 2020 sehingga menjadi pos yang membantu pertumbuhan baik di pos laba pada 2020.

Di sisi lain, BYAN mencatatkan total liabilitas sebesar US$758,17 juta pada akhir 2020, membengkak dari posisi akhir 2019 sebesar US$658,95 juta. Total liabilitas itu terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar US$236,69 juta dan liabilitas jangka panjang sebesar US$521,47 juta.

Sementara itu, total aset emiten tambang batu bara dengan kapitalisasi pasar terbesar itu naik menjadi US$1,61 miliar pada akhir 2020, dibandingkan dengan posisi akhir 2019 sebesar US$1,27 miliar.

Total aset tersebut termasuk US$383,8 juta kas setara kas perseroan yang naik 119,96 persen dibandingkan dengan posisi akhir 2019 sebesar US$174,48 juta.

Selain itu, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi juga naik signifikan 629,59 persen menjadi US$360,97 juta dibandingkan dengan perolehan 2019 yang hanya sebesar US$49,47 juta.

Di lantai bursa, pada perdagangan Kamis (1/4/2021) hingga pukul 14.08 WIB saham BYAN naik 0,2 persen ke posisi Rp12.500 per saham. Kapitalisasi pasar BYAN di posisi Rp41,67 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara bayan resources Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top