Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bidik 200.000 Investor Baru, Indo Premier Sekuritas Bakal Rilis Fitur Terbaru Aplikasi IPOT

Pada tahun ini Indo Premier meningkatkan edukasi mengenai pasar saham untuk meningkatkan kualitas nasabahnya seiring dengan pertumbuhan jumlah investor ritel melalui IPOT Academy.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  20:53 WIB
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indo Premier Sekuritas akan melakukan penyempurnaan edukasi pada IPOT Academy dan penambahan fitur dalam aplikasi IPOT sebagai upaya perseroan untuk menggarap potensi pasar di seluruh daerah di Indonesia.

Paramita Sari, Head of Marketing & Retail PT Indo Premier Sekuritas, menerangkan bahwa pada 2021, Indo Premier meningkatkan edukasi mengenai pasar saham untuk meningkatkan kualitas nasabahnya seiring dengan pertumbuhan jumlah investor ritel melalui IPOT Academy.

IPOT Academy adalah kelas edukasi yang terdiri dari beberapa sesi dengan materi berjenjang mulai dari tingkatan pemula sampai mahir. Kelas pelatihan ini diiringi rencana Indo Premier Sekuritas untuk menambah fitur terbaru di aplikasi IPOT.

“Tahun ini, Indo Premier terus memperkaya fitur-fitur di aplikasi IPOT, seperti penambahan fitur notifikasi, pelaporan SPT, dan inisiatif lainnya yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat ini,” ujarnya seperti dikutip pada Jumat (26/3)

Menurutnya, penyempurnaan edukasi dan penambahan fitur IPOT itu merupakan upaya perseroan untuk menggarap potensi pasar di seluruh daerah di Indonesia.

Perihal aplikasi IPOT, Paramita menyebutkan tren transformasi digital saat pandemi Covid-19 ini seiring dengan pergeseran lanskap transformasi digital yang mengarah kepada inovasi aplikasi berbasis pengalaman pelanggan dengan competitive intelligence.

Menurutnya, basis investor IPOT didominasi oleh investor di Pulau Jawa. Porsinya mencapai 75% dari jumlah total investor Indo Premier Sekuritas. Namun persentase sebaran jumlah investor di luar Jawa semakin meningkat setiap tahunnya.

Hal itu, menurutnya, menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat di luar pulau Jawa yang sudah mulai berinvestasi di pasar modal. "Kedepannya, kami meyakini penyebaran investor di Indonesia akan semakin ideal seiring peningkatan jumlah investor di masing-masing daerah terutama di luar pulau Jawa,” tuturnya.

Paramita mencermati tren transaksi saham sudah beralih ke mobile app seperti investor yang menggunakan aplikasi IPOT lantaran aplikasi ini dirancang menggunakan User Interface (UI) dan User Experience (UX) termutakhir.

Aplikasi IPOT juga aplikasi untuk stock investing yang didesain dengan konsep stock-focused UI yang memudahkan investor dalam melakukan transaksi multiple stocks. “Transaksi investor Indo Premier di awal tahun 2021 ini melonjak cukup signifikan,” ujarnya.

Menurutnya peningkatan ini melanjutkan momentum pertumbuhan jumlah investor dan transaksi nasabah Indo Premier Sekuritas di sepanjang 2020.

Indo Premier Sekuritas di tahun lalu menambah infrastruktur dan kanal edukasi untuk investor ritel. Saat ini, Indo Premier Sekuritas memiliki 16 kantor cabang, 13 kantor perwakilan, dan 42 galeri investasi di seluruh Indonesia.

“Dari sisi edukasi selama 2020, Indo Premier rutin menyelenggarakan kegiatan edukasi offline maupun online di kantor cabang, kantor perwakilan, dan galeri investasi di seluruh Indonesia dengan lebih dari 250 kegiatan dan jumlah peserta mencapai 300 ribu orang,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk memikat minat investor ritel, tema edukasinya terkait dengan tema yang diinginkan investor. “Dari sisi infrastruktur, Indo Premier pada 2020 menambah fitur di aplikasi IPOT yang memberikan kemudahan nasabah belajar investasi, bertransaksi saham, reksa dana, dan ETF hingga pembayaran dari satu aplikasi dan satu rekening,” ujarnya.

Indo Premier merupakan perusahaan sekuritas pertama yang memiliki proses pembukaan akun full online sejak 2018 itu mempermudah akses investor ritel berinvestasi di pasar modal. Paramita menyebutkan, jumlah nasabah baru Indo Premier Sekuritas sebanyak 150.000 yang didominasi kalangan milenial dan usia produktif 20-35 tahun.

“Kami menargetkan jumlah investor baru pada 2021 ini sebanyak 200.000. Kami optimistis target ini akan tercapai seiring dengan penambahan fitur aplikasi IPOT dan berbagai kegiatan edukasi dan literasi pasar modal," harapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bursa efek indonesia indo premier securities
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top