Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

17 Emiten Tawarkan Saham Baru, Ini yang Mesti Diperhatikan Investor

Bisnis mencatat setidaknya ada 17 emiten yang akan menerbitkan saham baru. Lalu, apa yang perlu diperhatikan para investor?
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  18:31 WIB
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah emiten ramai-ramai berencana menggelar penerbitan saham baru, baik berupa rights issue maupun private placement. Aksi ini menjadi langkah tepat pembiayaan ekspansi di masa pemulihan ekonomi.

Bisnis mencatat setidaknya ada 17 emiten yang akan menerbitkan saham baru, dengan rincian 15 emiten merencanakan rights issue atau penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HEMTD) dan 2 emiten melakukan private placement atau penerbitan saham tanpa HEMTD.

Sejumlah emiten pun berencana menerbitkan saham baru dengan nilai jumbo, paling tinggi rencana PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang akan menerbitkan 4,76 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp20 melalui skema private placement. Adapun, harga pelaksanaan ditetapkan Rp1.954, sehingga perseroan dapat meraup dana private placement senilai Rp9,29 triliun.

Kemudian, ada PT Smarfren Telecom Tbk. (FREN) yang akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 7 miliar saham biasa dengan nama Seri C dengan Harga Penawaran Rp120 per saham. Dengan demikian, seluruh sahamnya akan bernilai sebanyak-banyaknya Rp840 miliar.

Selain itu, FREN berencana menerbitkan Waran Seri III sebanyak-banyaknya senilai Rp9,199 triliun yang diterbitkan menyertai saham biasa atas nama hasil pelaksanaan HMETD. Artinya, total dana yang akan dikumpulkan perseroan mencapai Rp10,03 triliun.

PT Bank Jago Tbk. (JAGO) berencana menerbitkan 3 miliar saham baru dengan target perolehan dana Rp7,05 triliun untuk memperkuat struktur modal bank.

Kemudian, ada PT Bank IBK Indonesia Tbk. (AGRS) 7,28 miliar saham. Harga pelaksanaan Rp170 per unit saham total nilai sebesar Rp1,23 triliun dengan tujuan untuk penguatan modal.

Analis Teknikal Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan emiten-emiten yang melakukan penerbitan saham baru tersebut harus diperhatikan kembali potensi dilusi sahamnya.

"Hal ini karena investor berpotensi terkena dilusi apabila melalui private placement, tetapi belum tentu terkena dilusi apabila melalui HMETD dan investor ikut menebus saham rights issue tersebut," jelasnya kepada Bisnis, Rabu (24/3/2021).

Menurutnya, rencana aksi korporasi tersebut akan berimbas terhadap pergerakan saham dari emiten-emiten tersebut. Dalam jangka pendek, biasanya akan ada penyesuaian harga setelah dilaksanakannya penerbitan saham baru sehingga investor trader terutama perlu berhati-hati apabila terjadi penyesuaian tersebut.

Investor juga perlu melihat lebih dalam penggunaan dana hasil penerbitan saham baru tersebut tersebut, penggunaan dana yang efektif dapat menambah nilai perusahaan.

"Penggunaan dana seperti sebagai belanja modal atau memperkuat struktur modal biasanya direspons baik oleh masyarakat sehingga juga menjadi katalis positif pergerakan harga sahamnya dalam jangka panjang," paparnya.

Sementara itu, untuk daya serap saham baru tersebut, Hendriko menilai biasanya penerbitan saham baru akan terserap dengan lancar, baik dari HMETD ataupun private placement, apalagi saat ini pasar sedang berada dalam sentimen optimisme akan pemulihan ekonomi.

Dia menyebut di antara emiten-emiten yang sedang melaksanakan penerbitan saham baru, secara teknikal terdapat saham-saham dengan tren kenaikan harga saham. Menurutnya, saham yang masih uptrend ada PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. (CENT dan EMTK.

"CENT target price awal di 300 dan EMTK di target 2560, setelah itu dapat mengikut tren baru yang akan terbentuk karena sudah mencapai all time high," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue Aksi Korporasi private placement saham baru
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top