Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Sandiaga Uno-Edwin Soeryadjaya (SRTG) Siap Buyback Rp150 Miliar

Jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh Saratoga sebanyak-banyaknya 0,92 persen dari modal disetor perseroan atau maksimum sebanyak 25 juta saham.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 22 Maret 2021  |  20:17 WIB
Presiden Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Edwin Soeryadjaya (kedua kanan), Presiden Direktur Michael W. P Soeryadjaya (kiri), Direktur Keuangan Lany Djuwita (kedua kiri) dan Direktur Andi Esfandiari, berbincang di sela-sela RUPST dan RUPSLB Saratoga, di Jakarta, Selasa (26/6/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Presiden Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Edwin Soeryadjaya (kedua kanan), Presiden Direktur Michael W. P Soeryadjaya (kiri), Direktur Keuangan Lany Djuwita (kedua kiri) dan Direktur Andi Esfandiari, berbincang di sela-sela RUPST dan RUPSLB Saratoga, di Jakarta, Selasa (26/6/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. berencana untuk melakukan pembelian kembali atas saham perseroan atau buyback. Aksi korporasi ini dilakukan seiring dengan harga saham perseroan yang dinilai belum mencerminkan kinerja yang sesungguhnya.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan Saratoga Investama Sedaya pada Senin (22/3/2021), emiten berkode saham SRTG itu akan mengeluarkan biaya pembelian kembali saham sebanyak-banyaknya Rp150 miliar.

Jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh Saratoga sebanyak-banyaknya 0,92 persen dari modal disetor perseroan atau maksimum sebanyak 25 juta saham.

SRTG melakukan buyback saham setelah perseroan memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan (RUPSLB) pada 28 April 2021 mendatang sampai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan selanjutnya pada 30 Juni 2022.

“Pertimbangan utama perseroan dalam melakukan pembelian kembali saham adalah sehubungan dengan pelaksanaan Program Insentif Jangka Panjang kepada karyawan perseroan,” tulis Direksi SRTG dikutip pada Senin (22/3/2021).

Perseroan berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri untuk jangka waktu tidak lebih dari 3 tahun. Namun, perseroan dapat sewaktu-waktu melakukan pengalihan atas saham yang telah dibeli kembali sesuai dengan Pasal 17 POJK 30/2017.

Saratoga Investama tidak akan merubah performa laba perseroan karena memperkirakan tidak ada dampak terhadap penurunan pendapatan atas pelaksanaan pembelian kembali saham. Buyback saham akan dilakukan melalui bursa maupun di luar bursa.

Adapun, SRTG akan menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai anggota bursa untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan melalui bursa.

Emiten investasi SRTG merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertanian, perkebunan, telekomunikasi, perdagangan, industri, sumber daya alam, energi, konstruksi, transportasi, kendaraan, jasa keuangan, barang konsumsi, jasa pendukung telekomunikasi, dan jasa.

Pada penutupan perdagangan Senin (22/3/2021), harga saham SRTG meningkat 3,74 persen ke posisi Rp5.550. Sepanjang periode tahun berjalan atau year to date saham SRTG mengalami peningkatan 61,81 persen.

Adapun dalam satu bulan terakhir, saham perseroan dengan pemilik mayoritas Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga S. Uno itu, tergerus 5,53 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Buyback saratoga investama sedaya sandiaga uno edwin soeryadjaya
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top