Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pefindo Turunkan Peringkat PTPP Menjadi idA

Peringkat untuk surat utang perpetual berada dua tingkat di bawah peringkat perusahaan PTPP untuk memasukkan sifat subordinasi dengan kebijakan penuh dalam penangguhan kupon.
Aktivitas konstruksi di proyek jalan tol Semarang-Demak, proyek jalan tol yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT PP (Persero) Tbk./Instagram @tol_semarang_demak
Aktivitas konstruksi di proyek jalan tol Semarang-Demak, proyek jalan tol yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT PP (Persero) Tbk./Instagram @tol_semarang_demak

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat utang dari perusahaan kontraktor PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. dan sejumlah surat utangnya.

Pefindo menurunkan peringkat emiten dengan kode saham PTPP itu menjadi idA dari sebelumnya idA+.

Peringkat untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Seri A dan Seri B Tahun 2018 dan Tahap II Seri A dan Seri B Tahun 2019 PT PP (Persero) Tbk. senilai maksimum Rp2,75 triliun juga diturunkan peringkatnya menjadi idA dari sebelumnya idA+.

Selanjutnya, peringkat Obligasi Perpetual Tahap I PTPP dengan pokok Rp150 miliar juga diturunkan menjadi idBBB+ dari sebelumnya idA-.

Analis Pefindo Aryo Perbongso dan Martin Pandiangan mengatakan peringkat untuk surat utang perpetual berada dua tingkat di bawah peringkat perusahaan PTPP untuk memasukkan sifat subordinasi dengan kebijakan penuh dalam penangguhan kupon.

“Tindakan pemeringkatan tersebut mencerminkan pandangan kami bahwa belanja modal PTPP akan tetap tinggi untuk kebutuhan anak perusahaan di sektor infrastruktur dan properti, sementara penurunan kegiatan usaha konstruksi dan properti di tengah kondisi pandemi akan menekan perolehan arus kas PTPP,” tulis dalam siaran pers, dikutip Rabu (17/3/2021).

Lebih lanjut, Aryo dan Martin memperkirakan profil leverage keuangan PTPP hingga 2023 akan tergolong agresif dengan proyeksi rasio utang bersih terhadap EBITDA di atas 7 kali.

Dengan penurunan peringkat tersebut, Pefindo juga merevisi prospek peringkat PTPP menjadi stabil dari sebelumnya negatif.

Khusus untuk surat utang perpetual tahap I senilai Rp150 miliar, Pefindo yakin PTPP bakal mampu melunasinya saat jatuh tempo pada 15 Mei 2021 menggunakan kas internal.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT PP Yuyus Juarsa mengatakan bahwa perseroan akan melunasi perpetual bond tersebut.

“Rencananya kami lunasi tahun ini,” kata Yuyus kepada Bisnis.

Adapun, PTPP merupakan emiten pertama yang menerbitkan perpetual bond yaitu pada medio 2018. Kala itu, PTPP. menerbitkan perpetual bond senilai Rp150 miliar dengan kupon 9,04 persen per tahun. 

Selanjutnya, obligasi bunga abadi tersebut akan mengalami kenaikan kupon sebesar 5 persen terhitung pada tahun ketiga apabila penerbit memutuskan untuk tidak melakukan opsi beli (call option).

Dengan demikian, perpetual bond milik PTPP akan memberikan bunga hingga 14 persen apabila perseroan tidak melunasinya tahun ini.

Surat berharga perpetual ini dibungkus ke dalam produk reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) Ciptadana Infrastruktur dengan Ciptadana Asset Management sebagai manajer investasi. 

Menurut catatan Bisnis, Otoritas Jasa Keuangan menyebut perpetual bond merupakan bentuk lain dari sekuritisasi. Namun dalam praktiknya, sekuritisasi lazim digunakan terhadap tagihan seperti KPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper