Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bebas Utang, VIVA Siap Jual 39 Persen Saham MDIA Rp2,4 triliun

MDIA yang merupakan perusahaan induk stasiun televisi ANTV itu melepas 39 persen saham atau setara dengan 15,29 miliar saham kepada Reliance Capital International Limited (RCIL).
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 15 Maret 2021  |  14:46 WIB
Ilustrasi. PT Viva Media Asia Tbk. membawahkan lini usaha stasiun televisi dan portal berita. Emiten bersandi saham VIVA itu mengelola stasiun televisi TV One dan ANTV serta portal berita viva.co.id. - viva
Ilustrasi. PT Viva Media Asia Tbk. membawahkan lini usaha stasiun televisi dan portal berita. Emiten bersandi saham VIVA itu mengelola stasiun televisi TV One dan ANTV serta portal berita viva.co.id. - viva

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten media milik Grup Bakrie, PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) telah mendapat restu untuk menjual 39 persen saham PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) senilai Rp2,43 triliun

MDIA yang merupakan perusahaan induk stasiun televisi ANTV itu melepas 39 persen saham atau setara dengan 15,29 miliar saham kepada Reliance Capital International Limited (RCIL), suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum negara British Virgin Islands.

Untuk memuluskan rencana aksi korporasi tersebut, VIVA telah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (15/3/2021).

RCIL sebagai pihak yang disetujui kreditur untuk melaksanakan jual beli saham tersebut, membeli saham MDIA dengan nilai US$171,82 juta atau setara dengan Rp2,43 triliun dengan Rp158 per saham.

Manajemen VIVA yang membawahi sejumlah media seperti stasiun televisi tvOne, menyebutkan pihaknya menjual saham MDIA dalam rangka skema pelunasan seluruh utang Grup VIVA berdasarkan Debt Settlement Agreement (DSA) yang ditandatangani pada 22 Desember 2020 lalu.

Di dalam DSA, VIVA dan para kreditur telah menyepakati 4 sebagai berikut. Pertama, posisi akhir total pinjaman pokok VIVA yang terutang sebesar US$239.766.185,24 atau US$239,76 juta yang terdiri dari utang pokok berdasarkan Junior Facility Agreement sebesar US$78.371.904 dan utang pokok berdasarkan Senior Facility Agreement sebesar US$161.394.281,24. 

Kedua, sebagian utang Senior Facility yang menjadi tanggung jawab ANTV akan diselesaikan melalui Fasilitas Refinancing yang akan diperoleh ANTV dari perbankan nasional sebesar Rp960 miliar atau setara dengan USD67.940.552,02 (Cash Settlement) dengan asumsi kurs tukar US$1= Rp14.130, kurs tengah Bank Indonesia per 10 Desember 2020. 

Ketiga, total utang pokok setelah dikurangi Cash Settlement sebesar USD171.825.633,22 atau setara dengan Rp2,43 triliun akan dibayarkan melalui transaksi penjualan saham MDIA. 

Keempat, seluruh bunga dan biaya-biaya yang telah timbul dan belum dibayarkan sehubungan dengan Senior Facility dan Junior Facility dihapuskan. 

“Dengan diselesaikannya transaksi penjualan saham ini, VIVA akan menjadi perseroan bebas utang (debt free company),” papar Anindya Novyan Bakrie, Presiden Direktur VIVA dalam rilis pada Senin (15/3/2021).

Adapun, transaksi penjualan saham yang akan dilakukan oleh VIVA dan RCIL bukan merupakan transaksi afiliasi atau transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK-42.

Saat ini, VIVA memegang 89,99 persen saham MDIA. Setelah transaksi dengan RCIL senilai Rp2,43 triliun, maka susunan pemegang saham MDIA menjadi VIVA 51 persen, RCIL 39 persen, dan publik 10 persen.

Kurs yang digunakan untuk transaksi ialah Rp14.130 per dolar AS pada 10 Desember 2020, sesuai kesepakatan sebagai rujukan sementara antara VIVA dengan RCIL.

Lebih lanjut penyelesaian utang tersebut diharapkan akan memberikan manfaat untuk VIVA diantaranya perbaikan posisi keuangan perseroan dengan meningkatnya ekuitas perseroan karena jual beli saham dilaksanakan dengan harga yang lebih tinggi dari nilai buku.

Kemudian mengurangi kewajiban utang perseroan dan entitas anak dalam denominasi dolar AS. Selain itu neraca keuangan yang lebih sehat dan arus kas yang kuat memberikan keleluasaan kepada emiten ini untuk mengembangkan bisnis di ranah media digital.

“Dengan level utang di CATV yang sangat sustainable, Grup VIVA menjadi semakin lincah bergerak mengembangkan bisnis media digital via entitas anak perusahaan dan portofolio bisnis digital lainnya,” jelas Anin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Grup Bakrie visi media asia intermedia capital
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top