Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perusahan Investasi Sandiaga Uno (SRTG) Raih Laba Rp8,8 Triliun pada 2020

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham SRTG itu membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp8,82 triliun pada 2020.
Direktur Keuangan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk Lany Djuwita Wong (dari kiri) berbincang dengan Direktur Investasi Devin Wirawan, Hubungan Investor Albert Saputro, dan Direktur Portofolio Andi Esfandiari di sela-sela paparan publik seusai RUPS, di Jakarta, Rabu (22/5/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
Direktur Keuangan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk Lany Djuwita Wong (dari kiri) berbincang dengan Direktur Investasi Devin Wirawan, Hubungan Investor Albert Saputro, dan Direktur Portofolio Andi Esfandiari di sela-sela paparan publik seusai RUPS, di Jakarta, Rabu (22/5/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten investasi yang sebagian sahamnya dimiliki Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. berhasil membukukan pertumbuhan kinerja pada 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya menyatakan bahwa perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan kinerja pada 2020 kendati dibayangi tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19.

Dia menilai kinerja perusahaan-perusahaan portofolio investasi Saratoga yang solid pada 2020 menjadi kunci pencapaian kinerja perseroan.

“Hal itu pun tercermin dari kenaikan nilai investasi Saratoga di sejumlah perusahaan portofolio dan pembayaran dividen yang konsisten,” ujar Michael seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (9/3/2021).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham SRTG itu membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp8,82 triliun pada 2020. Pencapaian itu naik 19,7 persen dibandingkan dengan pencapaian 2019 yang hanya sebesar Rp7,34 triliun.

Michael menjelaskan bahwa pertumbuhan laba itu didukung oleh peningkatan nilai portofolio investasi yang juga terlihat dari nilai aset bersih (net asset value) perseroan melesat 39 persen hingga senilai Rp31,70 triliun.

Lebih perinci, SRTG membukukan keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya sebesar Rp8,41 triliun, tumbuh 53,2 persen yoy daripada perolehan 2019 sebesar Rp6,22 triliun.

Pada 2020, nilai investasi Saratoga di PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) naik 120 persen menjadi Rp10,18 triliun, dan nilai investasi di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) tumbuh 56 persen menjadi Rp12,64 triliun.

Selain itu, SRTG juga mencatatkan kenaikan penghasilan lainnya Rp7,61 miliar dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp6,64 miliar.

Namun, pencapain itu diimbangi oleh pos penghasilan dividen dan bunga yang merosot 61,9 persen menjadi hanya sebesar Rp767,9 miliar, dibandingkan dengan pencapaian 2019 sebesar Rp2,01 triliun.

Adapun, dividen itu dikontribusikan oleh PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) sebesar Rp215 miliar, PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. (TBIG) Rp214 miliar, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) sebesar Rp210 miliar, dan PT Provident Agro Tbk. (PALM) sebesar Rp105 miliar.

Michael menjelaskan, sepanjang 2020, Saratoga berfokus pada pengembangan strategi perusahaan untuk mempertahankan ketahanan operasional selama pandemi, baik pada perusahaan induk maupun seluruh perusahaan investasi.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menjelaskan, selama pandemi sejumlah perusahaan portofolio Saratoga menemukan momentum pertumbuhan bisnisnya.

Dia menyebut kinerja MDKA yang terus menguat berkat kenaikan harga komoditas emas dan tembaga yang sangat tinggi di tahun 2020.

Di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19 hingga saat ini, emas sebagai safe haven masih akan menjadi obyek investasi utama di dunia. Peluang inilah yang akan semakin memperkuat fundamental MDKA ke depan.

Selain itu, Devin melanjutkan, migrasi masyarakat yang semakin cepat ke ekosistem digital telah memberikan peluang yang semakin besar kepada TBIG sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi.

Sementara itu, di sektor konsumer, PT Deltomed yang memproduksi obat-obatan herbal berhasil mengoptimalkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk kesehatan selama pandemi.

“PT Famon Awal Bros Sedaya, grup rumah sakit Saratoga, juga terus mendukung upaya pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 melalui penyediaan ruangan khusus untuk pasien Covid-19 serta pelayanan rapid test drive-thru,” papar Devin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper