Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Baru Melantai di Bursa, Ulima Nitra (UNIQ) Langsung Kena ARA

Saham dengan kode UNIQ itu melonjak 34,57 persen ke level Rp159 per saham setelah perdagangan perdananya dibuka pada Senin (8/3/2021).
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  09:42 WIB
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Saham emiten anyar PT Ulima Nitra Tbk. melesat dan langsung terkena auto reject atas (ARA) pada saat pertama kali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia hari ini, Senin (8/3/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, saham dengan kode UNIQ itu melonjak 34,57 persen ke level Rp159 per saham setelah perdagangan perdananya dibuka pada Senin (8/3/2021). Adapun kapitalisasi pasar UNIQ tercatat sebesar Rp499,1 miliar.

Ulima Nitra baru saja mencatatkan sahamnya di BEI pada Senin (8/3/2021) lewat penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). UNIQ menjadi emiten ke-8 pada tahun 2021 yang mencatatkan sahamnya di bursa.

Dalam aksi IPO ini,  UNIQ melepas sebanyak 300.000.000 saham atau setara dengan 9,56 persen dari modal ditempatkan. Harga pelaksanaan ditetapkan senilai Rp118 per saham. Dengan demikian, UNIQ mengantongi Rp35,4 miliar dari aksi IPO ini.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek dalam IPO ini adalah PT Surya Fajar Sekuritas.

Selain itu, perseroan akan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi Perjanjian Utang dengan Opsi Konversi bersamaan dengan aksi IPO itu.

Dengan rincian, senilai Rp40 miliar oleh PT Surya Fajar Capital Tbk sebesar 233.050.800 saham dan PT Surya Fajar Corpora sebesar 105.932.200 saham yang akan dilaksanakan pada tanggal penjatahan atau seluruhnya setara dengan 10,80 persen dari seluruh total modal disetor penuh setelah IPO.

Dengan demikian, total peningkatan modal yang terkumpul adalah sebesar Rp74,5 miliar.

Di sisi lain, perseroan juga akan menyelenggarakan program ESA dengan mengalokasikan sebanyak 9.626.100 saham atau sebanyak 3,21 persen dari saham yang ditawarkan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG ipo Ulima Nitra
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top