Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh, Waskita Beton Precast (WSBP) Ungkap Performa Pabrik Belum Kembali Normal

Pandemi Covid-19 membuat utilisasi Waskita Beton melorot hampir 50 persen. Adapun, perbaikan ekonomi pada tahun ini diramalkan hanya akan menaikkan utilisasi pabrikan sebesar 38,24 persen.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  17:09 WIB
Suasana pabrik beton kawasan Buluminung milik PT Waskita Beton Precast Tbk. di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.  - Tim Jejalah Infrastruktur Kalimantan/Bisnis.
Suasana pabrik beton kawasan Buluminung milik PT Waskita Beton Precast Tbk. di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. - Tim Jejalah Infrastruktur Kalimantan/Bisnis.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk. menyatakan performa perseroan belum akan kembali ke masa pra pandemi pada tahun ini. Pasalnya, dampak dari pandemi Covid-19 dinilai masih akan dirasakan pabrikan.

Corporate Communication Waskita Beton Siti Fathia Maisa mencatat utilisasi pabrikan pada 2020 anjlok ke level 21,5 persen. Adapun, utilisasi pabrikan pada 2019 berada di kisaran 70,1 persen.

"Untuk target utilisasi produksi precast 2021 sebesar 58,34 persen atau 1,3 juta ton. Pada 2021, kami mengasumsikan bahwa dampak dari pandemi Covid-19 [baru] akan mereda pada semester II/2021," ucapnya kepada Bisnis, Senin (22/2/2021).

Dengan kata lain, pandemi Covid-19 membuat utilisasi Waskita Beton melorot hampir 50 persen. Adapun, perbaikan ekonomi pada tahun ini diramalkan hanya akan menaikkan utilisasi pabrikan sebesar 38,24 persen.

Siti menyatakan pabrikan hanya mampu memproduksi beton sebanyak 795.400 dengan utilisasi pabrikan di level 21,5 persen sepanjang 2020. Menurutnya, anjloknya utilisasi pabrikan disebabkan oleh penundaan pengerjaan proyek eksisting maupun tender proyek baru.

Paralel, Siti mengatakan pihaknya juga mulai menggarap pasar eksternal dengan menjual segala keunggulan sumber daya yang dimiliki perseroan. Oleh karena itu, Siti menargetkan utilisasi Waskita Beton naik menembus level 58 persen pada 2021.

Sebelumnya, Waskita Beton menyatakan akan mengintegrasikan pengendalian pabrik yang berdekatan di wilayah Jawa Barat. Adapun, integrasi tersebut meliputi pengelolaan bahan baku, sumber daya manusia, serta peralatan yang digunakan.

Dari laman resmi perseroan, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk. ini setidaknya memiliki 5 pabrik di Jawa Barat yaitu di Subang, Kalijati, Sadang, Karawang, dan Cibitung.

Dari lokasi geografis, terdapat 4 pabrik yang berlokasi berdekatan yaitu pabrik di Subang, Kalijati, Sadang, dan Karawang. Adapun, di pabrik Subang perseroan memproduksi Spun Pile, CCSP, FCSP, dan Girder.

Di pabrik Kalijati yang berkapasitas produksi 250.000 ton per tahun dengan kapasitas batching plant sebesar 80 meter kubik per jam, WSBP memproduksi produk dengan mutu K-600, K-550, dan K-350.

Sementara di pabrik Sadang, perseroan memproduksi Spun Pile. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebesar 350.000 ton per tahun.

Selain Spun Pile, di pabrik Sadang juga diproduksi PC-I Girder, PC-T Girder, PC-U Girder, Square Pile, FCSP (Flat Concrete Sheet Pile), dan CCSP (Corrugated Concrete Sheet Pile).

Sedangkan di pabrik Karawang, WSBP menyediakan beton cetak dan pracetak, Box Girder, serta Spun Pile 1.200 mm. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 575.000 ton per tahun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

beton waskita beton precast
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top