Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendapatan Naik Tapi Rugi Banyak, Bos Indosat (ISAT) Beri Penjelasan

Berdasarkan laporan keuangan tahun penuh 2020, pendapatan emiten bersandi ISAT tersebut mencapai Rp27,92 triliun, meningkat 6,9 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp26,11 triliun.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  18:10 WIB
resident Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama dalam sambutannya di Perayaan HUT Indosat Ooredoo secara virtual, Jumat (20/11 - 2020).
resident Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama dalam sambutannya di Perayaan HUT Indosat Ooredoo secara virtual, Jumat (20/11 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk. (ISAT) membukukan peningkatan pendapatan sepanjang 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, laba bersihnya anjlok berbalik menjadi rugi bersih.

Berdasarkan laporan keuangan tahun penuh 2020, pendapatan emiten bersandi ISAT tersebut mencapai Rp27,92 triliun, meningkat 6,9 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp26,11 triliun.

Pendapatan tersebut ditopang dari kenerja pendapatan selular yang meningkat 11,6 persen menjadi Rp23,08 triliun, dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp20,67 triliun.

Namun, dari sisi bottom line ISAT mencatatkan rugi bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp716,7 miliar, padahal pada 2019 membukukan laba bersih hingga Rp1,56 triliun.

Rugi bersih ini terjadi sebagai akibat beban lain-lain yang menggerus laba operasi. Beban lain-lain mencapai Rp2,99 triliun, sedangkan laba operasi hanya sebesar Rp2,39 triliun.

EBITDA mencapai Rp11,43 triliun meningkat 16 persen dari tahun 2019 yang hanya Rp9,85 triliun. Dari sisi marjin EBITDA mencapai 40,9 persen, peningkatan dari 37,7 persen pada 2019.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama mengatakan meskipun menghadapi berbagai tantangan pandemi Covid-19 dan kompetisi harga dari operator lain, Indosat Ooredoo terus menjalankan strategi tiga tahun perusahaan serta mampu menjaga momentum pertumbuhan.

"Komitmen kami terhadap pelanggan serta untuk mengetengahkan penawaran produk yang sederhana dan relevan telah berkontribusi pada peningkatan jumlah pelanggan dan volume trafik data," ujarnya Jumat (19/2/2021).

Pertumbuhan ini memungkinkan perusahaan untuk membukukan pertumbuhan pendapatan seluler di atas rata-rata pasar serta peningkatan market share signifikan.

“Ke depannya, kami mengantisipasi bahwa gaya hidup secara daring serta kegiatan bekerja dan belajar dari rumah, yang menjadi marak karena pandemi, akan menjadi gaya hidup yang permanen,” jelasnya.

Jumlah pelanggan seluler tumbuh 1,7 persen menjadi 60,3 juta pelangan per akhir tahun 2020 serta Pendapatan rata-rata per Pelanggan (ARPU) meningkat menjadi Rp31,9 ribu dari sebelumnya Rp27,9 ribu, didorong oleh peningkatan trafik data yang signifikan sebesar 52,8 persen.

Indosat Ooredoo juga membukukan kinerja operasional yang kuat dengan meningkatkan pengalaman video sebanyak 55,8 persen secara tahunan, meningkatkan kecepatan 4G hingga dua kali lipat, dan secara signifikan meningkatkan kecepatan unggah kami sebanyak 88,4 persen dari tahun lalu.

Selama 2020, Indosat Ooredoo berhasil menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan digital global seperti Facebook, Google, Cisco, dan Ericsson untuk menghadirkan teknologi terkini yang dapat mempercepat digitalisasi pengalaman pelanggan serta meningkatkan jaringan internet di Indonesia.

Dari sisi liabilitas mencapai Rp 49,8 triliun meningkat 1,5 persen dari 2019 yang sebesar Rp49,10 triliun. Dengan Liabilitas jangka panjang Rp27,2 triliun dan jangka pendek Rp22,65 triliun.

Jumlah aset mencapai Rp62,77 triliun turun 0,1 persen dari 2019 yang sebesar Rp62,77 triliun. Dengan aset lancar turun 22,9 persen menjadi Rp9,59 triliun dari 2019 sebesar Rp12,44 triliun. Aset tidak lancar sebesar Rp53,18 triliun meningkat 5,6 persen dari 2019 Rp50,36 triliun.

Adapun, kas dan setara kas ISAT pada akhir tahun mengalami penurunan 69,7 persen menjadi Rp1,78 triliun dari 2019 sejumlah Rp5,88 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat Kinerja Emiten indosat ooredoo
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top