Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indeks Bisnis-27 Naik Tipis, Sektor Tambang dan Perbankan Jadi Penggerak

Indeks hasil kerja sama BEI dan Bisnis Indonesia ini parkir di level 518,67, tumbuh tipis 0,01 persen atau 0,05 poin dengan rentang pergerakan sepanjang hari antara 518,251--525,443.
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 tumbuh tipis pada penutupan perdagangan Senin (8/2/2021). Saham-saham sektor perbankan dan pertambangan pimpin penguatan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dan Bisnis Indonesia ini parkir di level 518,67, tumbuh tipis 0,01 persen atau 0,05 poin dengan rentang pergerakan sepanjang hari antara 518,251-525,443.

Dari 27 emiten konstituen indeks, 13 emiten menguat, 10 emiten bergerak di zona merah, 4 diantaranya tidak bergerak dari harga sebelumnya.

Saham-saham yang menguat dipimpin oleh PT United Tractors Tbk. (UNTR) tumbuh 5,30 persen ke level 24.325. Disusul PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) naik 4,95 persen, PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) naik 3,06 persen, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. (INKP) naik 2,15 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) naik 2,03 persen.

Adapun, saham-saham perbankan memimpin penguatan secara nilai transaksi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 0,38 persen dengan nilai transaksi mencapai Rp413 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,07 persen dengan nilai Rp317 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) yang turun 0,22 persen dengan transaksi Rp489 miliar.

Sementara itu, saham-saham yang bergerak di zona merah diantaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 3,43 persen, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) turun 1,78 persen, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) turun 1,73 persen, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) turun 1,36 persen, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) turun 1,28 persen.

Sementara itu, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan hari ini, Senin (8/2/2021) menembus level 6.200. Indeks terus berada di zona hijau hari ini.

Pukul 15.00 WIB atau akhir sesi II, IHSG naik 0,93 persen atau 57,41 poin menjadi 6.208,87. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak di rentang 6.180,73-6.224,41.

Preopening, IHSG naik 0,68 persen atau 41,82 poin menjadi 6.193,55. Dari seluruh anggota Indeks LQ45, 37 saham menguat dan 8 saham stagnan.

Saham emiten tambang, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) ditransaksikan sebanyak 1,09 miliar atau terbanyak hari ini. Saham BUMI naik 4,76 persen ke level Rp66.

Saham PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP) menempati urutan kedua dengan volume transaksi 1,06 miliar saham. Saham BBKP naik 11,11 persen menjadi Rp540.

Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) ditransaksikan sejumlah 948,14 juta saham. Saham ANTM naik 6,39 persen menuju Rp2.830.

Selanjutnya, saham PT Bank BPD Banten Tbk. (BEKS) yang 14,29 persen menuju Rp88 ditransaksikan sebanyak 784,37 juta saham.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menjelaskan secara teknikal IHSG bergerak mengarah ke resistance rata-rata pergerakan 20 hari di kisaran 6.230-an setelah berhasil menguat di level support rata-rata 50 hari di kisaran 6.060-an.

“Indikator stochastic bergerak bullish momentum. Indikator MACD membentuk crossover positif,” tulis Lanjar dalam riset harian, Senin (8/2/2021).

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan berdasarkan rasio fibonacci, support maupun resistance IHSG berada pada 6.102.22 hingga 6.256.03.

“Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Stochastic dan RSI mulai menunjukkan sinyal positif,” tulis Nafan dalam riset harian, Senin (8/2/2021).

Pekan lalu, IHSG ditutup menguat 0,73 persen atau 44,51 poin ke level 6.151. Saham sektor pertambangan memimpin penguatan dengan kenaikan 2,95 persen. Hal itu didorong oleh penguatan harga komoditas seperti minyak mentah, batu bara, nikel, dan timah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper