Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ditutup Menguat, Saham Grup Sinar Mas dan Triputra Melesat

Pada akhir sesi II, IHSG naik 0,48 persen atau 29,47 poin menjadi 6.107,22. Sepanjang hari ini, indeks bergerak di rentang 6.069,55-6.179,37.
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (4/2/2021) seiring dengan lonjakan saham Grup Sinar Mas dan Grup Triputra. 

Pada akhir sesi II, IHSG naik 0,48 persen atau 29,47 poin menjadi 6.107,22. Sepanjang hari ini, indeks bergerak di rentang 6.069,55-6.179,37.

Saham emiten kertas Grup Sinar Mas masuk ke dalam jajaran top gainers hari ini. Saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) naik 19,93 persen atau 2.800 poin menjadi Rp16.850.

Selanjutnya, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menguat 11,28 persen atau 1.475 poin menuju Rp14.550. Keduanya berada di bawah induk yang sama, yakni PT Purinusa Eka Persada.

Saham Grup Triputra milik taipan T.P. Rachmat, PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) juga menguat signifikan 19,05 persen atau 160 poin menjadi Rp1.000.

Sementara itu, sejumlah saham anjlok seperti PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) turun 6,86 persen, PT J Resources Tbk. (PSAB) 6,83 persen, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) 6,67 persen, dan PT MD Pictures Tbk. (FILM) 6,62 persen.

Sebelumnya, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta sebelumnya mengatakan bahwa berdasarkan rasio fibonacci, level support maupun resistance IHSG berada pada 5.992,73 hingga 6.179,13.

Sementara itu, berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.

“Namun, sebelumnya terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” tulis Nafan seperti dikutip dari publikasi risetnya, Kamis (4/2/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper