Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Naik 1 Persen, Saham Farmasi Bangkit dari Keterpurukan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam pada awal perdagangan hari ini, Rabu (3/2/2021).
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam pada awal perdagangan hari ini, Rabu (3/2/2021). Saham farmasi bangkit setelah lebih dari 10 sesi terpuruk sedangkan investor asing memborong saham perbankan.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG dibuka menguat 60 poin atau 1 persen ke level 6.103,99. Kinerja ini sekaligus membuat indeks rebound setelah ditutup melemah 0,39 persen ke level 6043,84 pada perdagangan kemarin.

Sebanyak 219 saham menguat, 71 saham melemah, dan 145 saham stagnan dibandingkan dengan posisi kemarin.Mayoritas sektor dalam klasifikasi IDX-IC menguat, dipimpin oleh sektor kesehatan yang melonjak 0,8 persen.

Emiten saham farmasi dan kesehatan memang mencuat. Sebanyak delapan emiten menguat, dipimpin oleh PT Phapros Tbk. yang mencetak kenaikan 5,02 persen. 

Trio PT Kimia Farma Tbk, PT Indofarma Tbk, dan PT Itama Ranoraya Tbk juga berhasil mencetak kenaikan. Ketiga saham tersebut bergerak naik di kisaran 2 persen hingga 3 persen.  Kinerja tersebut melanjutkan tren positif emiten farmasi setelah sempat puasa cuan selama lebih 10 sesi beruntun sejak 13 Januari 2021.

Sementara itu, total transaksi perdagangan mencapai 1,46 miliar lembar hingga pukul 09.08 WIB. Nilai transaksi tercatat Rp1,39 triliun yang mana investor asing mencatat net buy Rp13,3 miliar. Saham perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. jadi buruan asing.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama sebelumnya  mengatakan berdasarkan rasio fibonacci, level support maupun resistance IHSG berada di 5.992,73 hingga 6.179,13. Adapun berdasarkan indikator moving average convergence divergence (MACD), indeks telah membentuk pola dead cross di area positif dan stochastic serta RSI sudah berada di area netral.

“Meskipun demikian, sebelumnya terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” jelas Nafan dalam laporan riset harian, Rabu (3/2/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper