Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pompom Saham Versi Wall Street, Otoritas Bursa AS Ambil Tindakan

Senator Demokrat Elizabeth Warren agar Securities and Exchange Commission (SEC) melakukan tindakan atas volatilitas pasar saham.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  12:59 WIB
Logo GameStop. Saham peritel video game ini melonjak 135 persen ke level US347,51 pada penutupan Rabu (27/1/2021). - Bloomberg
Logo GameStop. Saham peritel video game ini melonjak 135 persen ke level US347,51 pada penutupan Rabu (27/1/2021). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat menyatakan secara aktif mengawasi volatilitas di pasar opsi dan ekuitas menyusul lonjakan saham GameStop dan perusahaan lain dalam sepekan terakir.

Pernyataan dari otoritas pasar modal AS ini menyusul tuntutan dari Senator Demokrat Elizabeth Warren agar regulator bertindak.

“Sesuai dengan misi kami untuk melindungi investor dan mempertahankan pasar yang adil, tertib, dan efisien, kami bekerja dengan sesama regulator untuk menilai situasi dan meninjau aktivitas entitas, perantara keuangan, dan pelaku pasar lainnya,” kata SEC dalam pernyataan pada Rabu (28/1/2021).

Lonjakan saham GameStop bermula dari grup diskusi saham WallStreetBets Reddit yang mendorong sejumlah trader pemula agar membeli saham GameStop. Saham terus melonjak sejak Selasa malam setelah pendiri Tesla Inc. Elon Musk men-tweet tautan ke utas Reddit tentang perusahaan.

Saham peritel video game ini melonjak 135 persen ke level US$347,51 pada penutupan Rabu (27/1) setelah memicu penghentian perdagangan sementara untuk meredam volatilitas. Kapitalisasi GameStop juga melonjak lebih dari 18 kali tahun ini menjadi sekitar US$24 miliar.

Lonjakan ini memicu Warren untuk menekan regulator keuangan agar melakukan tindakan terhadap Wall Street. Dalam pernyataannya pad aRabu pagi, anggota Demokrat assat Massachusetts ini menyatakan keheranannya pada reli itu sementara juga mengkritik hedge fund dan lainnya yang memiliki posisi short di perusahaan.

"Selama bertahun-tahun, hedge fund yang sama, perusahaan ekuitas swasta, dan investor kaya yang kecewa dengan perdagangan GameStop telah memperlakukan pasar saham seperti kasino pribadi mereka sendiri sementara orang lain membayar harganya," kata Warren, seperti dikutip Bloomberg.

“Sudah lama berlalu bagi SEC dan regulator keuangan lainnya untuk bangun dan melakukan pekerjaan mereka dan dengan pemerintahan baru dan Demokrat yang menjalankan Kongres, saya bermaksud untuk memastikan mereka melakukannya,” lanjutnya.

Warren Berkomentar setelah Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa Menteri Keuangan Janet Yellen dan tim ekonomi Biden mengamati aktivitas saham GameStop dan perusahaan lain yang mengalami lonjakan.

Seorang juru bicara Departemen Keuangan menolak berkomentar. Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga menolak untuk memberikan komentar terhadap aktivitas saham GameStop.

"Saya tidak ingin mengomentari perusahaan atau aktivitas pasar di hari tertentu atau hal-hal seperti itu. Itu bukan sesuatu yang biasanya saya komentari,"katanya kepada wartawan pada konferensi pers Rabu (27/1) sore.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top