Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kalbe Farma (KBLF) Berharap Dapat Izin Darurat Vaksin GX-19 di Kuartal III/2020

PT Kalbe Farma Tbk. menggandeng Genexine dalam pengembangan vaksin Covid-19 bernama GX-19. Saat ini, pengembangan vaksin telah memasuki uji klinis tahap kedua.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  16:55 WIB
Layar menampilkan Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Bernadus Karmin Winata memberikan pemaparan saat kunjungan virtual ke redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Kamis (28/1). Bisnis - Arief Hermawan P
Layar menampilkan Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Bernadus Karmin Winata memberikan pemaparan saat kunjungan virtual ke redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Kamis (28/1). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menargetkan vaksin Covid-19 yang dibuatnya secara mandiri bekerja sama dengan mitra dari Korea Selatan bisa mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization pada kuartal III/2021.

Direktur Kalbe Farma Bernadus K. Winata mengungkapkan vaksin Covid-19 yang dikerjasamakan bersama Genexine perusahaan asal Korea Selatan sudah memasuki tahap uji klinis kedua yang akan diselenggarakan di Indonesia dan Korea Selatan.

"Vaksin Genexine itu vaksin DNA, teknologinya pakai DNA, awalnya Korsel mengembangkan DNA vaksin untuk kanker serviks yang disebabkan gen. Sudah berjalan tahap 1 penyelesaian, segera masuk fase 2," ujarnya saat melakukan kunjungan virtual ke Bisnis Indonesia, Kamis (28/1/2021).

KLBF akan memasuki masa uji klinis di Indonesia pada waktu dekat. Harapannya, vaksin yang diberi nama GX-19 ini akan bisa mendapatkan izin penggunaan darurat  dari Badan Pengawas Obat dan Makanan pada kuartal III/2021.

Berdasarkan tahapannya, uji coba terhadap hewan sudah selesai, uji coba terhadap manusia tahap satu juga sudah rampung tinggal mengumpulkan data. Adapun dari sisi keselamatan diklaimnya sudah terbukti, tinggal mengecek dosis pemberiannya supaya efikasi dapat maksimum.

"Kami percaya vaksin ini akan membantu, karena ke depan akan tetap ada kebutuhannya untuk vaksin covid-19 ini. GX-19 efikasi belum bisa, masih tahap 1, kami masih cari itu bisa yang terbaik, efikasi itu perlu hati-hati satu set membacanya dengan protokol clinical trial," katanya.

Dia menyebut guna mengejar kebutuhan penyuntikan vaksinasi Covid-19 di Indonesia, fase dua dan ketiga berupa pengumpulan data hasil uji klinis dilakukan secara bersamaan.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius menuturkan pihaknya menyiapkan vaksin Covid-19 ini untuk membantu kebutuhan masyarakat sekaligus memenuhi target bisnis perseroan.

Menurutnya, dampak terhadap kinerja keuangan lebih besar pendapatan dari vaksin Covid-19 yang dibuat sendiri daripada upaya perseroan membantu distribusi vaksin yang ditargetkan pemerintah.

"Kalau punya sendiri itu, dampaknya akan lebih besar, satu vaksin kira-kira mungkin dijual US$10, ketika bisa menjual 1 juta unit bisa US$10 juta. Secara kasar potensi lebih besar, sementara yang kolaborasi dengan pemerintah, distribusi dan penanganan langsung vaksinasi, belum tahu persis alokasinya berapa banyak," urai Vidjongtius..

Adapun, pada upaya membantu distribusi vaksinasi Covid-19 yang menjadi program pemerintah, KLBF fokus pada persiapan layanan lebih yang didahulukan, baru bicara bisnisnya.

Pada perdagangan hari ini, Kamis (28/1/2021) saham KLBF ditutup menguat 0,33 persen ke level 1.515. Sementara, secara year to date (ytd) masih tumbuh positif 10,4 persen. Saham KLBF menguat di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mencapai 2,12 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten kalbe farma Vaksin Covid-19
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top