Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasokan Global Berkurang, Harga Minyak Dunia Dekati US$53 per Barel

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) sempat naik hingga 0,68 persen ke level US$52,97 per barel di New York Mercantile Exchange.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  14:00 WIB
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak dunia berbalik menguat mendekati level US$53 per barel menyusul indikasi penurunan jumlah cadangan minyak di Amerika Serikat. Hal tersebut menandakan munculnya penurunan pasokan.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (27/1/2021) siang, Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) sempat naik hingga 0,68 persen ke level US$52,97 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak Brent juga sempat menguat hingga 0,66 persen ke posisi US$56,28 di ICE Futures Europe.

Harga minyak berjangka di New York mencatatkan penguatan setelah terkoreksi pada Selasa kemarin. Salah satu katalis positif kenaikan ini adalh jumlah cadangan minyak di AS yang menurun.

Data dari The American Petroleum Institute (API) melaporkan jumlah cadangan minyak mentah merosot sebanyak 5,27 juta barel pada pekan lalu. Jumlah tersebut akan menjadi penurunan cadangan ke enam kalinya selama tujuh pekan bila dikonfirmasi oleh rilis data pemerintah AS pada Rabu waktu setempat.

Sementara itu, jumlah cadangan bahan bakar minyak AS naik sebanyak 3,1 juta barel, atau diatas perkiraan sejumlah analis. Sedangkan, jumlah cadangan distilat juga terpantau naik sebesar 1,4 juta barel.

Sementara itu, premi minyak acuan AS untuk pengiriman terdekat ke bulan-bulan mendatang terpantau kembali menguat di level 27 sen atau membentuk pola backwardation. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi contango sebesar 7 sen, dimana harga kontrak pengiriman bulan depan lebih rendah daripada pengiriman enam bulan kemudian.

Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) Mohammad Barkindo mengatakan pola backwardation yang juga terjadi pada minyak jenis Brent menandakan kondisi pasar yang bullish seiring dengan berkurangnya pasokan global.

“Dengan kembalinya pola backwardation, kami berharap tahun 2021 adalah tahun yang baik untuk minyak,” ujarnya dikutip dari Bloomberg.

Adapun, harga minyak menunjukkan reli positif dan telah melesat 50 persen sejak Oktober tahun lalu. Meski demikian, penguatan tersebut mulai terhambat seiring dengan prospek permintaan jangka pendek yang muram akibat pandemi virus corona.

China kembali melaporkan lonjakan kasus virus corona dan indikasi jenis virus corona baru yang juga ditemukan di negara tersebut. Sementara itu, Inggris menjadi negara pertama di Eropa yang mencatatkan 100 ribu kematian akibat virus corona.

Ekonom Oversea-Chinese Banking Corp. Singapura Howie Lee mengatakan, pasar minyak diperkirakan akan tetap mengalami defisit dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini terjadi ditengah menurunnya permintaan akibat penyebaran virus corona yang kembali meningkat.

“Sentimen ini juga ditambah dengan menurunnya pasokan minyak dari AS dan pengendalian produksi yang dilakukan OPEC+,” jelasnya.

Katalis positif lainnya yang menopang kenaikan harga minyak adalah rencana pemangkasan ekspor minyak dari Rusia. Ekportir minyak nomor dua di dunia tersebut berencana untuk mengurangi pengiriman minyak mentah Ural sebesar 20 persen pada Februari mendatang guna mengendalikan harga di dalam negeri.

Sementara itu, sejumlah negara anggota OPEC+ lainnya, seperti Irak dan Arab Saudi, telah mengumumkan pemangkasan produksi minyak harian. Sementara, pengiriman minyak dari Libya terhambat oleh konflik dalam negeri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

opec harga minyak mentah harga minyak brent harga minyak mentah wti
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top