Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Ini (PYFA) Jual Obat Asam Urat yang Disebut Manjur Obati Corona

Laman resmi Pyridam Farma menampilkan colchicine yang artinya emiten bersandi PYFA itu memproduksi obat tersebut. Obat ini merupakan jenis obat keras yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 24 Januari 2021  |  06:00 WIB
Pabrik Pyridam Farma di Cianjur. - pyridam.com
Pabrik Pyridam Farma di Cianjur. - pyridam.com

Bisnis.com, JAKARTA - Montreal Heart Institute (MHI) melansir sebuah hasil studi yang menunjukkan obat colchicine efektif dalam mengobati virus corona (Covid-19). Obat yang dikenal untuk pengobatan radang sendi itu juga disebut bisa mengurangi risiko kompilasi Covid-19.

MHI melakukan penelitian dilakukan di Kanada, Amerika Serikat, Eropa, dan Amerika Selatan yang melibatkan 4.488 pasien. Pada 4.159 pasien yang didiagnosis terjangkit Covid-19, penggunaan colchicine mengurangi rawat inap hingga 25 persen, kebutuhan ventilasi mekanis berkurang hingga 50 persen, dan kematian berkurang 44 persen.

Direktur Pusat Penelitian MHI Dr Jean-Claude Tardif menyebut colchicine efektif dalam mencegah sindrom perdagangan yang disebut 'badai sitokin dan mengurangi komplikasi terkait Covid-19.

"Kami senang menawarkan pengobatan oral pertama di dunia yang penggunaannya dapat berdampak signifikan pada kesehatan masyarakat dan berpotensi mencegah komplikasi Covid-19 bagi jutaan pasien," kata Tardif.

Hasil penelusuran Bisnis di beberapa apotik secara online menunjukkan, obat colchicine dijual dengan harga bervariasi sesuai merek dagang.  Obat ini pada umumnya dijual dengan kemasan per strip berisi 5 tablet hingga 10 tablet. Harganya bervariasi dan secara umum di bawah Rp100.000 untuk satu strip berisi 10 tablet.

Beberapa produsen obat ini antara lain PT. Nulab Pharmaceutical Indonesia, PT Pratama Nirmala, dan PT Pyridam Farma Tbk. Secara khusus, laman resmi Pyridam Farma menampilkan colchicine.

Pyridam Farma memiliki pabrik di Cianjur, Jawa Barat. Emiten bersandi saham PYFA ini mendistribusikan produknya ke seluruh Indonesia melalui 53 distributor yang terdiri dari 4 distributor nasional dan 49 distributor lokal pada 2019. Perseroan juga memasarkan produknya ke luar negeri seperti Hongkong dan Filipina. 

Pada tahun 2019, Perseroan telah memasarkan beberapa produk baru guna meningkatkan kinerja Perseroan. Produk tersebut antara lain  Arven, QnClonk Kapsul, D3-400 syrup dan tablet, Blocand, Mefenamic Acid, Arosa Gel, Hymen Gel dan Pyderen Emulsi. Produk-produk baru menjadikan jumlah produk yang dipasarkan oleh perseroan menjadi sekitar 201 buah produk.

Di lantai bursa, Pyridam Farma terbilang rising star seiring dengan tren bullish saham-saham farmasi. Sepanjang 2020, saham PYFA meroket hampir 400 persen dan mengungguli saham emiten farmasi yang lebih populer seperti PT Kimia Farma Tbk. dan PT Indofarma Tbk.

Pada penutupan perdagangan Jumat (22/1/2021), saham PYFA anjlok 5,56 persen ke level 935. Sejak vaksinasi Covid-19 dimulai pada 13 Januari 2021, saham PYFA terus dibantai para investor dan terjadi seiring fenomena serupa pada saham-saham farmasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat pyridam farma Covid-19
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top