Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Rencana Itama (IRRA) Terus Cuan saat Pandemi Covid-19

IRRA menargetkan mampu menjual Swab Antigen Test sebanyak 5 juta-10 juta unit pada 2021, naik hingga 3 kali lipat dari realisasi volume penjualan 2020 yang hanya sebesar 2,4 juta.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  21:03 WIB
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Itama Ranoraya Tbk. saat seremoni pencatatan perdana saham perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (15/10/2019). - Bisnis - Azizah Nur Alfi
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Itama Ranoraya Tbk. saat seremoni pencatatan perdana saham perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (15/10/2019). - Bisnis - Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA - Memasuki pekan ketiga Januari 2021, emiten distributor alat kesehatan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) telah berhasil menjual 1,7 juta unit Swab Antigen Test Covid-19. Pada kuartal I/2021 perseroan menargetkan dapat menjual 2,5--3 juta unit alat Rapid Test Antigen.

Direktur Pemasaran IRRA Hendry Herman menuturkan permintaan di awal tahun ini seluruhnya berasal dari swasta khususnya ritel. Harga produk yang terjangkau, penggunaan yang mudah serta sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) jadi unggulannya.

Produk Swab Antigen Test Panbio yang diproduksi Abbott ini baru saja mendapat hasil evaluasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kesehatan sebagai alat rapid antigen dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitasnya mencapai 100 persen.

"Pencapaian awal tahun yang sangat baik, sudah 1,7 juta di pekan ke-3 Januari. Di kuartal I, target kami bisa menjual 2,5 juta-3 juta unit Swab Antigen Test," katanya dalam keterangan, Rabu (20/1/2021).

Pihaknya optimistis penjualan dapat mencapai target apalagi dengan adanya hasil evaluasi Balitbang Kemenkes yang membuat alatnya seperti mendapatkan rekomendasi dari pemerintah.

Pada 2021, perseroan menargetkan mampu menjual Swab Antigen Test sebanyak 5 juta-10 juta unit, naik hingga 3 kali lipat dari realisasi volume penjualan 2020 yang hanya sebesar 2,4 juta.

Perseroan menargetkan Total Penjualan dan Laba Bersih tahun 2021, mampu tumbuh 80 persen-100 persen dibandingkan dengan 2020. Pada 2020, pendapatan perseroan berkisar Rp540 miliar--Rp550 miliar, sementara untuk perolehan laba bersih di kisaran Rp56 miliar--Rp60 miliar (EPS Rp38 - Rp40).

Perseroan optimistis mampu kembali mencapai target pada 2021 ini. Selain produk Swab Antigen Test, perseroan juga optimis untuk penjualan Jarum Suntik ADS dan Mesin Plasma Darah mampu tumbuh pada 2021.

Dalam waktu dekat ini, Itama akan memulai penjualan produk barunya yaitu Avimax, produk imunomodulator untuk peningkatan imun tubuh yang dapat mendukung percepatan penanganan Covid-19 di lndonesia. Produk ini hasil produksi Australia dan sudah mendapat izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten alat kesehatan Itama Ranoraya
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top