Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Itama Ranoraya (IRRA) Revisi Lapkeu Kuartal II dan III/2020, Laba Bersih Tetap Naik 80 Persen

Perseroan menegaskan tidak ada keterkaitan antara hasil revisi pencatatan dengan realisasi pencapaian kinerja.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  20:57 WIB
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Itama Ranoraya Tbk. saat seremoni pencatatan perdana saham perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (15/10/2019). - Bisnis - Azizah Nur Alfi
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Itama Ranoraya Tbk. saat seremoni pencatatan perdana saham perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (15/10/2019). - Bisnis - Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten distributor jarum suntik PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menegaskan sudah melakukan revisi laporan keuangan kuartal II/2020 dan kuartal III/2020. Walaupun laba bersih turun, perseroan tetap menargetkan peningkatan kinerja pada 2021.

Direktur Keuangan PT Itama Ranoraya Tbk. Pratoto Raharjo menyampaikan pada 26 November 2020, perseroan telah menyampaikan keterbukaan informasi kepada pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait dengan dilakukannya revisi terhadap laporan keuangan perseroan untuk laporan keuangan unaudited kuartal II/2020 dan kuartal III/2020.

Tindakan yang dilakukan oleh perseroan tersebut dilakukan sebagai hasil dari konsultasi perseroan kepada pihak otoritas pasar modal yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Substansi revisi berupa dikeluarkannya keuntungan (unrealized) kenaikan harga saham hasil buyback dari pos pendapatan lain-lain. Dengan demikian, pasca revisi terjadi perubahan atau penurunan terhadap nilai laba bersih perseroan untuk dua kuartal tersebut dibandingkan dengan nilai laba bersih sebelum revisi.

Pratoto menambahkan, langkah revisi tersebut merupakan langkah perbaikan yang dilakukan perseroan untuk memenuhi standar akutansi yang berlaku, dan untuk proses perbaikannya perseroan telah melakukan sesuai dengan ketentuan yang ada yang berlaku di pasar modal.

“Dengan implementasi revisi tersebut tersebut laporan keuangan yang dipublikasikan telah mencerminkan laporan keuangan perusahaan un-audited yang sesuai dengan kaidah yang berlaku," ujarnya, Rabu (13/1/2021).

Hasil dari perubahan laba bersih dua kuartal setelah revisi tersebut, tidak mempengaruhi target pencapaiaan perseroan, yang telah disampaikan sebelumnya.

"Perlu kami informasikan kembali, bahwa pada tahun 2020, laba bersih kami tumbuh 70--80 persen dibandingkan dengan laba 2019 yang hanya sebesar Rp33,2 miliar,“ ungkapnya.

Dia menegaskan tidak ada keterkaitan antara hasil revisi pencatatan dengan realisasi pencapaian kinerja. Pihaknya, menyesalkan adanya upaya untuk memberikan kesan bahwa pelaksanaan revisi terhadap laporan keuangan tersebut dilakukan secara diam-diam.

Emiten dengan kode saham IRRA tersebut mengatakan sudah melakukan kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan tercatat dalam hal keterbukaan informasi dan sudah melaksanakan konsekuensi dari revisi tersebut sesuai dengan ketentuan regulator.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten Itama Ranoraya
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top