Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham IPCC Kena ARA, Tersengat Sentimen Merger BUMN Pelabuhan?

Saham PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. dan PT Jasa Armada Indonesia Tbk. melonjak, bersamaan dengan kabar rencana merger BUMN pelabuhan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  13:56 WIB
Petugas mengatur alur mobil-mobil yang siap diekspor di Dermaga PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Selasa (12/2/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Petugas mengatur alur mobil-mobil yang siap diekspor di Dermaga PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Selasa (12/2/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, anak usaha PT Pelindo II (Persero) terkena auto reject atas atau ARA pada perdagangan hari ini, Rabu (20/1/2021). Saham IPCC melejit di saat ada sentimen rencana merger BUMN pelabuhan.

Berdasarkan data Bloomberg, saham berkode IPCC dibuka menguat 20 poin ke level 560 pada awal perdagangan. Hingga sesi pertama, saham IPCC melonjak 135 poin atau 25 persen ke level 675. Dengan penguatan 25 persen, secara otomatis saham IPCC terkena ARA.

Total perdagangan saham IPCC mencapai 86 juta lembar dengan nilai Rp55,3 miliar. Sejak awal tahun saham IPCC telah naik 27,35 persen. Secara kumulatif, nilai transaksi saham IPCC mencapai Rp131,8 miliar. Dengan kata lain, transaksi hari ini sudah memenuhi hampir 50 persen perdagangan saham perseroan sejak awal tahun.

Selain IPCC, saham PT Jasa Armada Indonesia (Persero) Tbk. juga melonjak. Hingga pukul 13.49 WIB, saham IPCM terpantau naik 78 poin atau 22,16 persen ke level 430. Saham IPCM diperdagangkan sebanyak 46,55 juta embar senilai Rp20 miliar.

Baik IPCC maupun IPCm merupakan anak usaha Pelindo II. IPCC bergerak di bidang pengoperasian terminal kendaraan. Adapun IPCM menggeluti usaha jasa pelayanan kapal.

Sebelumnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan tengah mengkaji kemungkinan merger antara PT Pelindo I, PT Pelindo II, PT Pelindo III dan PT Pelindo IV.

Pernyataan ini disampaikan pada siaran YouTube Kementerian BUMN RI berjudul "Masa Depan Pelabuhan Indonesia" yang disiarkan secara langsung pada Jumat (15/1/2021).

"Keinginan kita Pak Jokowi, tol laut itu akan semakin cepat terlaksana ketika ide besar membangun sebuah kekuatan, menyatukan Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV dalam sebuah perusahaan, di merger," ungkap Arya Sinulingga, Staf Khusus Kementerian BUMN.

Merger empat badan usaha pelabuhan milik negara  dipercaya dan diharapkan akan membantu logistik nasional menjadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien.

Untuk diketahui, saat ini pucuk pimpinan PT Pelindo I (Persero) dan PT Pelindo IV (Persero) merupakan eks direksi PT Pelindo II (Persero). Direktur Utama Pelindo I dijabat Dani Rusli Utama yang sebelumnya menjabat Direktur Teknik Pelindo II. Adapun Direktur Utama Pelindo IV dijabat Prasetyadi, mantan Direktur Operasi Pelindo II.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN pelindo ii Jasa Armada Indonesia IPCC Terminal
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top