Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Lockdown Lagi! Harga Minyak Terjun 2,3 Persen

Penurunan harga minyak terjadi karena kekhawatiran tentang kota-kota di China yang dikunci akibat wabah virus corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Januari 2021  |  06:44 WIB
Kilang minyak lepas pantai di Skotlandia - Bloomberg/Jason Alden
Kilang minyak lepas pantai di Skotlandia - Bloomberg/Jason Alden

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak turun lebih dari 2 persen pada penurupan perdagangan Jumat (15/1/2021) atau Sabtu pagi WIB akibat penguncian sejumlah wilayah di China terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

Mengutip Antara, penurunan harga minyak terjadi karena kekhawatiran tentang kota-kota di China yang dikunci akibat wabah virus corona, menghentikan reli yang didorong oleh data impor kuat dari importir minyak mentah terbesar dunia.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret anjlok US$1,32 atau 2,3 persen menjadi US$55,10 barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Februari merosot US$1,21 atau 2,3 persen, menjadi US$52,36 per barel.

Kedua kontrak acuan, yang mencapai level tertinggi hampir setahun di awal pekan, membukukan penurunan mingguan pertama mereka dalam tiga pekan terakhir, dengan Brent jatuh 1,6 persen pada minggu ini dan minyak mentah AS WTI melemah sekitar 0,4 persen.

Sementara produsen-produsen menghadapi tantangan luar biasa untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan dengan kalkulus yang melibatkan peluncuran vaksin versus penguncian, kontrak-kontrak keuangan telah didorong oleh ekuitas yang kuat dan dolar yang lebih lemah, membuat minyak lebih murah, bersama dengan permintaan China yang kuat.

Hal positif ini dipertanyakan pada Jumat (15/1/2021) ketika dolar naik dan China meningkatkan langkah-langkah penguncian.

Paket bantuan Covid-19 senilai US$1,9 triliun dolar di Amerika Serikat yang diungkapkan oleh Presiden terpilih Joe Biden dapat meningkatkan permintaan minyak dari konsumen minyak mentah terbesar di dunia. Namun, beberapa analis mengatakan langkah tersebut mungkin tidak cukup untuk memicu permintaan.

“Dalam hal berbicara tentang permintaan, Asia adalah satu-satunya titik terang,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York. “Penguncian baru ini sangat mencolok di jantung gambaran permintaan di Asia. Ini masalah. "

Impor minyak mentah ke China melonjak 7,3 persen pada 2020, dengan rekor kedatangan di dua dari empat kuartal karena kilang-kilang meningkatkan operasi mereka dan harga rendah mendorong penimbunan, data bea cukai menunjukkan pada Kamis (14/1/2021).

Tetapi China melaporkan jumlah kasus COVID-19 harian tertinggi dalam lebih dari 10 bulan pada Jumat (15/1/2021), memberlakukan pembatasan seminggu yang telah mengakibatkan lebih dari 28 juta orang diisolasi saat terjadi kematian akibat virus corona pertama sejak Mei.

“Penyebaran pandemi Covid-19 menjadi pusat perhatian lagi dan pedagang semakin khawatir tentang durasi penguncian Eropa yang lama dan tentang pembatasan baru di China,” kata Bjornar Tonnage dari Rystad Energy.

"Pasar minyak secara struktural bullish, tetapi mungkin terlalu maju dari fundamental yang berpandangan ke depan."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak china harga minyak mentah wti Lockdown

Sumber : Antara

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top