Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Panas, Emiten Saling Kebut Masuk 10 Besar Big Caps

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) masih mempertahankan takhtanya sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terjumbo di Bursa Efek Indonesia sejak akhir perdagangan 2020.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  18:33 WIB
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Persaingan ketat terkait terjadi jajaran 10 besar emiten dengan kapitalisasi pasar terkakap. Sejumlah emiten saling kebut untuk memperebutkan daftar tersebut.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga akhir perdagangan Kamis (14/1/2021), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) masih mempertahankan takhtanya sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terjumbo di Bursa Efek Indonesia sejak akhir perdagangan 2020.

Kapitalisasi pasar BBCA berada di posisi Rp877 triliun terpaut jauh dari posisi kapitalisasi pasar emiten lainnya.

Secara berurutan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) mengekor dan juga berhasil mempertahankan posisinya sejak akhir perdagangan 2020.

Kapitalisasi pasar emiten itu masing-masing sebesar Rp590 triliun, Rp344 triliun, dan Rp323 triliun.

Selanjutnya, PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) saling tukar posisi. Pada penutupan Kamis (14/1/2021) posisi ke lima besar diduduki oleh ASII dengan kapitalisasi pasar Rp274 triliun, naik dari posisi ke enam pada akhir perdagangan 2020. 

Sementara itu, UNVR dengan kapitalisasi pasar Rp268 triliun duduk di posisi ke enam, turun satu peringkat.

Kejadian yang sama juga terjadi antara PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), yang saling tukar posisi.

TPIA berhasil naik peringkat ke posisi ke tujuh dengan kapitalisasi pasar Rp180 triliun, bertukar dengan posisi HMSP yang saat ini di posisi kedelapan dengan kapitalisasi pasar Rp175 triliun.

Adapun, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) bertahan di posisi kesembilan besar dengan kapitalisasi pasar Rp121 triliun.

Lalu, saham emiten milik Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) berhasil mendepak saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.  (ICBP) untuk menduduki posisi kesepuluh. Kapitalisasi pasar BRPT saat ini di posisi Rp109 triliun, mengalahkan ICBP dengan kapitalisasi pasar Rp108 triliun.

Selain itu, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) tampak terus mencoba masuk ke posisi 10 besar dengan kapitalisasi pasar Rp107,24 triliun.

Di sisi lain, di antara 10 besar saham big caps kinerja saham sepanjang tahun berjalan 2021 dipimpin oleh saham BBRI yang naik 10,67 persen, disusul saham TPIA yang naik 8,85 persen dan ASII yang naik 8,84 persen.

Sementara itu, kinerja saham UNVR tertinggal karena terkoreksi 6,35 persen dan HMSP mengekor turun 1,98 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI big caps
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top