Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski PSBB Ketat IHSG Menguat, Saham BBRI BBCA Diborong Asing

Pada saat preopening, IHSG naik 0,33 persen atau 20,57 poin menjadi 6.278,49. Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG meningkat 0,48 persen atau 29,8 poin menjadi 6.287,64.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  09:02 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat meskipun ada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Bali dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta secara ketat.

Pada saat preopening, IHSG naik 0,33 persen atau 20,57 poin menjadi 6.278,49. Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG meningkat 0,48 persen atau 29,8 poin menjadi 6.287,64.

Terpantau 108 naik, 30 saham koreksi, dan 112 saham stagnan. Investor asing net buy Rp52,17 miliar. Sejumlah saham yang jadi incaran utama investor asing ialah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

Net buy BBRI mencapai Rp27,7 miliar, dan sahamnya naik 1,14 persen menjadi Rp4.440. Adapun, saham BBCA mengalami net buy Rp25,7 miliar, dan sahamnya naik 2,13 persen menuju Rp36.000.

Sebelumnya, pada perdagangan akhir pekan lalu Jumat (8/1/2021), IHSG menguat 1,7 persen ke level 6.257

Pengamat Pasar Modal MNC Asset Manajemen Edwin Sebayang menyampaikan IHSG mengalami tren positis sepanjang pekan lalu dengan penguatan sebesar 4,66 persen disertai dengan Net Buy investor asing sebesar Rp2,41 triliun.

Namun, kondisi itu dapat berbalik seiring dengan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Selain itu, jumlah kasus positif Covd-19 dalam tiga hari terakhir Jumat-Minggu rata-rata sejumlah 10.000 orang per hari. Bahkan menurut epidiomolog jika testing dan tracing dinaikan bukan mustahil bisa mencapai 30.000 - 40.000 orang per hari.

Untuk diketahui, pemerintah sudah mengumumkan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali mulai 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021. Adapun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menerbitkan Kebijakan yang tertuang dalam Keputusan Gubernur No. 19/2021 dan Peraturan Gubernur No. 3/2021.

"Sehingga tidak mengherankan jika Senin ini dimulai PSBB Ketat yang tentunya memperlambat ritme perekonomian akan menekan IHSG," paparnya dalam publikasi riset, Senin (11/1/2021).

Jatuhnya harga beberapa komoditas logam seperti emas 3,5 persen, nikel 3,5 persen, dan timah 0,51 persen berpotensi menjadi sentimen negatif. Investor juga dapat melakukan aksi profit taking atas saham yang sudah naik terlalu cepat, tetapi tidak didukung kinerja fundamental.

Bahkan beberapa emiten masih mengalami kerugian cukup besar, tetapi harganya sudah melejit membuat valuasi saham tersebut super duper mahal.

Di lain pihak dampak dari naiknya harga beberapa komoditas seperti minyak 3,56 persen dan batu bara 6,47 persen berpotensi mendorong naik saham-saham dibawah komoditas tersebut.

Edwin memprediksi laju rupiah cenderung terbatas dalam rentang Rp13.950 - Rp14.080 per dolar AS, dan IHSG di rentang 6.215 - 6.308. Sejumlah saham yang dapat diperhatikan ialah ASII, TLKM, WIKA, CPIN, INTP, PTPP, UNTR, ERAA, EXCL, BBRI.

Head of Research Equity Technical Analyst Lanjar Nafi menambahkan, secara teknikal IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatan hari ini. Dia juga menyebut, IHSG berpotensi menembus level 6.400 karena beberapa indikator analisis teknikal mendukung perkirakaan tersebut. 

IHSG berpotensi lanjutkan penguatan di awal pekan dengan support resistance 6.200-6.320,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bca bri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top