Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vaksinasi Sebentar Lagi, Saham Farmasi Auto Reject Berjamaah

Sebanyak enam emiten farmasi mencetak kenaikan di atas 17 persen pada perdagangan hari ini, Senin (11/1/2021), dipicu sentimen vaksinasi. Dua saham bahkan terkena auto reject atas (ARA).
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  15:06 WIB
Vaksin kemudian akan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma.  - presidenri.go.id
Vaksin kemudian akan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma. - presidenri.go.id

Bisnis.com, JAKARTA  - Sejumlah emiten farmasi terkena auto reject atas setelah sahamnya naik 25 persen pada perdagangan hari ini, Senin (11/1/2021).  Saham farmasi diburu investor menjelang vaksinasi Covid-19 yang dijadwalkan dimulai pada 13 Januari 2021.

Berdasarkan data Bloomberg, saham PT Indofarma Tbk. dan PT Itama Ranoraya Tbk. terbentur auto reject atas. Sebelum perdagangan ditutup, saham INAF dan IRRA sudah naik 25 persen, ambang batas kenaikan ARA.

Saham INAF naik 25 persen ke level 6.250 sedangkan saham IRRA ke posisi 3.700. Saham INAF diperdagangkan sebanyak 51 juta lembar saham senilai Rp295,18 miliar. Adapun perdagangan saham IRRA mencapai 165 juta lembar senilai Rp578,67 miliar pada pukul 14.47 WIB.

Saham emiten farmasi hari ini memang menguat berjamaah. Saham PT Phapros Tbk. juga ikut naik 24,81 persen ke level 2.490. Transaksi perdagangan saham mencapai Rp64 miliar.

Begitu juga dengan Phapros, PT Kimia Farma Tbk. Saham berkode KAEF naik 20 persen ke level 6.450 dan diperdagangkan senilai Rp815 miliar.

Tidak mau ketinggalan euforia, emiten farmasi lain seperti PT Kalbe Farma Tbk. dan PT Pyridam Farma Tbk. juga melesat. Saham PYFA melesat 24,65 persen ke level 2.490. Adapun saham KLBF melonjak 20 persen ke posisi 1.750.

Sebagaimana diketahui, program vaksinasi akan dimulai pada 13 Januari 2021. Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 dapat mencapai 5,81 juta dosis pada Januari 2021. Adapun target vaksinasi sepanjang 2021 diharapkan bisa mencapai 181,55 juta orang.

“Di bulan Januari ini kita akan lakukan vaksinasi sebanyak 5.817.000 vaksin,” kata Jokowi.dalam sambutan  perayaan Hari Ulang Tahun Ke-48 Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangansecara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/1/2021).

Kinerja Emiten Farmasi 11 Januari 2020
EmitenHarga PenutupanPerubahan
Indofarma6.25025,00%
Itama Ranoraya3.70025,00%
Phapros2.49024,81%
Pyridam Farma1.34024,65%
Kimia Farma6.45020,00%
Kalbe Farma1.76017,73%

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

farmasi indofarma Vaksin kimia farma auto rejection Covid-19
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top