Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lebih Cuan dari BUMI dan ITMG, Ini Saham Batu Bara Paling Panas di 2020

Saham batu bara yang paling melesat sepanjang 2020 bukanlah INDY, ITMG, atau BUMI. Saham batu bara paling 'panas' di 2020 adalah PT Alfa Energi Investama yang melesat 304,91 persen sepanjang tahun lalu.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 01 Januari 2021  |  12:21 WIB
Kegiatan bongkar muat batu bara di area pertambangan PT Mitrabara Adiperdana Tbk. - mitrabara
Kegiatan bongkar muat batu bara di area pertambangan PT Mitrabara Adiperdana Tbk. - mitrabara

Bisnis.com, JAKARTA - Mayoritas saham emiten batu bara di Bursa Efek Indonesia memanas di sepanjang 2020 terpantik sentimen penguatan harga komoditas emas hitam.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham PT Indika Energy Tbk. (INDY) termasuk yang melaju paling kencang sepanjang masa pandemi tahun lalu. Saham emiten Grup Indika itu melesat 63,17 persen menjadi Rp1.730 per saham pada periode tahun berjalan per 30 Desember 2020.

Tak hanya INDY, harga saham emiten Grup Bakrie yaitu PT Bumi Resources Minerals Tbk. ikut melaju 59,62 persen menjadi Rp83 per saham atau semakin menjauhi level Rp50. Berikutnya saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) tumbuh 33,72 persen menjadi Rp13.850 per saham.

Di sisi lain, saham PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) masih belum mampu bergabung bersama teman-temannya di zona hijau. ADRO melemah tipis 0,06 persen di sepanjang 2020 menjadi Rp1.430 per saham.

Namun, saham batu bara yang paling melesat sepanjang 2020 bukanlah INDY, ITMG, atau BUMI. Saham batu bara paling 'panas' di 2020 adalah PT Alfa Energi Investama. Saham berkode FIRE ini melesat 304,91 persen ke posisi Rp1.320 sepanjang tahun lalu.

Kinerja saham emiten baru bara secara umum tidak terlepas dari meredanya pandemi Covid-19 di China yang diiringi kebangkitan ekonomi negara tersebut pada awal kuartal III/2020. Sentimen itu menjadi pemantikkenaikan harga batu bara.

Harga emas hitam tersebut bahkan menyentuh level tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir pada pertengahan Desember 2020 mencapai US$84,5/ton akibat pasokan domestik China terbatas ketika konsumsi listrik mulai meningkat. 

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan mengatakan prospek batu bara masih akan menarik dalam beberapa waktu ke depan. Secara keseluruhan, dia memproyeksikan harga batu bara akan terus melambung.

Menurutnya, sentimen lain juga berasal dari ketegangan hubungan China dengan Australia. Oleh karena itu, Mirae Asset menilai ekspor batu bara Australia ke China akan semakin melambat dalam waktu dekat.

Di lain sisi, ekspor batubara Indonesia ke China akan meningkat dalam waktu dekat dengan adanya kesepakatan dengan China Coal Transportation and Distribution Association atas pembelian batu bara Indonesia sebesar 200 juta ton senilai US$1,46 miliar di tahun 2021.

"Adaro Energi (ADRO), Indo Tambangraya Megah (ITMG), Bukit Asam (PTBA), dan saham terkait batu bara lainnya akan menarik pada 2021," kata Andy.

5 Saha Batu Bara Paling 'Panas' 2020
EmitenPosisi Penutupan 30 DesemberPerubahan
Alfa Energi Investama 1320+304.91%
Harum Energy2980+125.76%
Indika Energy 1730+63.17%
TBS Energi Utama520+45.25%
Indo Tambangraya Megah13850+33.72%

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara bumi resources emiten tambang alfa energi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top