Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diguyur Dana PEN Rp2,2 Triliun, Ini Target Krakatau Steel (KRAS) untuk 2021

Dengan tambahan modal dari dana PEN senilai Rp2,2 triliun pada akhir tahun ini perseroan menargetkan penjualan mencapai 170 kiloton per bulan pada 2021.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  12:42 WIB
Manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. menyampaikan paparan kinerja perseroan sepanjang 2020 dan rencana yang akan dilakukan pada 2021 dalam paparan publik secara daring, Selasa (29/12 - 2020).
Manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. menyampaikan paparan kinerja perseroan sepanjang 2020 dan rencana yang akan dilakukan pada 2021 dalam paparan publik secara daring, Selasa (29/12 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. optimistis dana segar dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diterima akhir tahun ini bakal mampu mendongkrak kinerja perseroan di masa depan.

Direktur Keuangan Krakatau Steel Tardi mengatakan dengan tambahan modal dari dana PEN senilai Rp2,2 triliun pada akhir tahun ini perseroan menargetkan penjualan mencapai 170 kiloton per bulan pada 2021.

“[Dengan dana PEN] mudah-mudahan rencana kerja kami di 2021 bisa terealisasi dengan baik, target penjualan di kisaran 170 kiloton per bulan,” kata Tardi dalam paparan publik daring, Selasa (29/12/2020).

Berdasarkan data Krakatau Steel, realisasi penjualan perseroan rata-rata sebesar 127 kiloton per bulan pada 2019. Pada kuartal I/2020, terjadi kenaikan sebesar 5 persen menjadi rata-rata 143 kiloton per bulan.

Namun, ketika pandemi Covid-19 menyerang pada kuartal II/2020 terjadi penurunan rata-rata penjualan menjadi 87 kiloton per bulan sebelum akhirnya pulih ke level 151 kiloton per bulan pada kuartal III/2020.

Pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan permintaan produk baja yang memukul operasional industri baja dan menekan cashflow perseroan. 

Apabila kondisi tersebut berlangsung lama, maka terdapat potensi produsen hilir dan produsen pengguna baja menutup lini produksi dan menyebabkan pengangguran besar-besaran.

Pemerintah pun menyediakan dana PEN untuk sejumlah perusahaan pelat merah dengan skema penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK). 

Penerbitan OWK oleh Krakatau Steel sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 118/PMK.06/2020 tentang Investasi Pemerintah dalam Rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan memperbaiki posisi keuangan. Pemerintah menjadi investor dengan pelaksana investasi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Emiten dengan kode saham KRAS ini mendapatkan pagu dana PEN senilai Rp3 triliun dengan masa efektif selama 7 tahun. Sebanyak Rp2,2 triliun akan diterbitkan dalam bentuk OWK sebelum 2021 dan sisanya Rp800 miliar akan diterbitkan pada akhir 2021.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan pihaknya telah menyusun strategi untuk 7 tahun mendatang khususnya dalam hal perbaikan kinerja, optimalisasi aset, hingga optimalisasi fasilitas yang belum produktif.

“Pada 2021 kemungkinan laba, mudah-mudahan peluang lebih terbuka dan kami melihat beberapa inisiatif yang akan kami lakukan akan terimplementasi,” tutur Silmy.

Adapun, beberapa penunjang kinerja perseroan pada 2021 a.l. operasional pabrik baja lembaran panas atau hot strip mill kedua (HSM II), kelanjutan efisiensi biaya per bulan, hingga inisiatif hilirisasi industri baja.

Selain itu, Hilmy menunjukkan KRAS juga akan terus meluncurkan produk baru yang saat ini sudah tersedia sebanyak 15 produk. Sembari itu, perseroan juga akan menggenjot kinerja perusahaan anak sehingga capaian kinerja secara keseluruhan dapat meningkat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krakatau steel obligasi wajib konversi Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top