Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ikuti Laju Bursa Eropa, Wall Street Menguat pada Awal Perdagangan

Perdagangan di Wall Street akan ditutup lebih cepat pada pukul 13.00 WIB waktu setempat, menjelang malam Natal 2020.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  22:09 WIB
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat menguat pada awal perdagangan Kamis (24/12/2020) di tengah waktu perdagangan yang dipersingkat menjelang malam Natal.

Investor kini tengah memantau perkembangan terbaru pada paket stimulus yang berada di meja Kongres, sementara pasar Eropa menguat menjelang pengungkapan kesepakatan perdagangan pasca-Brexit.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,16 persen, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,25 persen dan Nasdaq Composite naik 0,42 persen.

Indeks menguat setelah Partai Republik memblokir upaya Demokrat untuk memenuhi permintaan Presiden Donald Trump yang mengajukan peningkatan pembayaran kepada sebagian besar warga AS menjadi US$2.000 dari US$600 untuk membantu mengatasi pandemi virus corona.

Wall Street mengikuti penguatan bursa Eropa yang menguat menjelang konferensi pers yang diharapkan dari Perdana Menteri Boris Johnson pada hari Kamis, yang ditunda karena tawar-menawar di menit-menit terakhir.

Perdagangan di Wall Street akan ditutup lebih cepat pada pukul 13.00 WIB waktu setempat, menjelang malam Natal 2020.

CEO dan pendiri Tallbacken Capital Advisors Michael Purves mengatakan saat ini ada banyak sentimen positif terhadap pasar menjelang akhir tahun.

Sentimen tersebut terjadi ketika sebuah studi baru menunjukkan jenis virus corona yang bermutasi tampaknya lebih menular dan kemungkinan akan menyebabkan tingkat rawat inap dan kematian yang lebih tinggi tahun depan.

Di Inggris Raya, Perdana Menteri Johnson memberlakukan pembatasan yang lebih ketat di sebagian besar wilayah Inggris saat pihak berwenang mencoba mengendalikan varian virus baru yang menyebar dengan cepat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top