Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tembus US$48, Harga Minyak Bakal Terus Memanas

Pada perdagangan Kamis (17/12/2020) pukul 10.21 WIB, harga minyak WTI kontrak Januari 2021 naik 0,98 persen atau 0,47 poin menjadi US$48,29 per barel.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 17 Desember 2020  |  10:41 WIB
Tangki penyimpanan minyak di California, Amerika Serikat - Bloomberg/David Paul Morris
Tangki penyimpanan minyak di California, Amerika Serikat - Bloomberg/David Paul Morris

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak global memanas seiring dengan berkurangnya cadangan minyak di Amerika Serikat dan rencana peluncuran stimulus ekonomi.

Pada perdagangan Kamis (17/12/2020) pukul 10.21 WIB, harga minyak WTI kontrak Januari 2021 naik 0,98 persen atau 0,47 poin menjadi US$48,29 per barel.

Harga minyak Brent kontrak Februari 2021 meningkat 0,96 persen atau 0,49 poin menjadi US$51,57 per barel.

Laporan Monex Investindo Futures menyebutkan harga minyak naik di awal sesi Kamis (17/12/2020) setelah secara mengejutkan Energy Information Administration (EIA) melaporkan cadangan minyak mentah AS turun sebesar 3,1 juta barel semalam.

"Hal ini memicu aksi minat beli minyak mentah. Di sisi lain, optimisme stimulus bantuan AS juga membantu meningkatnya permintaan minyak mentah," papar Monex, Kamis (17/12/2020).

Harga minyak WTI berpotensi beli jika harga naik ke atas level US$48.40, menguji kisaran US$48.60 - US$49.00. Sebaliknya, jika harga turun ke bawah level US$48.00, harga minyak berpotensi jual menguji kisaran US$47.15 - US$47.60.

Mengutip Bloomberg, pemulihan harga minyak global akan memunculkan optimisme organisasi negara pengekspor minyak OPEC+ bahwa keberadaan vaksin yang bisa menahan penyebaran virus dapat membantu pemulihan konsumsi minyak bumi.

OPEC+ pada awal bulan ini menyetujui peningkatan output sebesar 500.000 barel per hari pada momentum tahun baru. Sementara itu, pertemuan akan kembali dilanjutkan pada 4 Januari 2021 dengan pembahasan peningkatan output pada bulan Februari.

Data penggunaan jalan juga menunjukkan pemulihan di kawasan Asia sebagai yang terkuat, disusul Eropa dan Amerika.

Sementara, permintaan bensin mendekati level sebelum Covid-19 di China, India dan Jepang. Keempat negara tersebut masuk dalam daftar empat konsumen minyak terbesar di dunia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak stok as harga minyak mentah wti
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top