Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Vaksin Covid-19 Gratis, Asing Borong Saham Setengah Triliun

Investor asing mencatat net buy Rp550 miliar setengah jam sebelum perdagangan ditutup. Asing tampak getol masuk ke pasar saham Indonesia setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan pemberian vaksin Covid-19 secara gratis kepada masyarakat.
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/9/3030). Bisnis/Dedi Gunawan
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/9/3030). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin bertenaga setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan pemberian vaksin Covid-19 secara gratis kepada masyarakat. Aliran modal asing di pasar saham pun terpantau deras.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG sempat menyentuh level 6.120 di awal sesi kedua perdagangan hari ini, Rabu (16/12/2020). IHSG terpantau masih menguat 1,62 persen ke level 6.6.107,52 hingga pukul 14.33 WIB.  Adapun di sesi pertama, , IHSG menguat 1,47 persen ke level 6.098,64.

Total transaksi saham mencapai 33 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp19,22 triliun. Investor asing tercatat mencetak net buy dengan torehan Rp550,69 miliar di seluruh pasar. Saham PT Bank Central Asia Tbk. tercatat paling banyak diborong investor asing dengan net buy sebesar Rp381,4 miliar.

Kemudian saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. menjadi incaran asing dengan net buy tercatat Rp155,9 miliar. Tidak ketinggalan, saham PT Astra International Tbk. juga mencetak net buy sebanyak Rp139,5 miliar.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Jokowi mengatakan hal itu dilakukan setelah pemerintah menerima banyak masukan dari masyarakat terkait program vaksinasi.

Presiden Jokowi pun memerintahkan jajaran kabinet, kementerian/lembaga dan pemda untuk memprioritaskan program vaksinasi pada tahun anggaran 2021.

"Saya juga menginstruksikan dan memerintahkan Menteri Keuangan untuk memprioritaskan dan merealokasi dari anggaran lain terkait ketersediaan dan vaksinasi gratis ini sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak mendapat vaksin," ujarnya dalam tayangan di Youtube Setpres, Rabu (16/12/2020).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper