Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Akhir tahun, Kinerja Reksa Dana Konvensional Salip Syariah

Reksa dana konvensional bangkit seiring dengan tren positif saham-saham perbankan sehingga bisa menyalip kinerja reksa dana syariah.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 10 Desember 2020  |  20:42 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja reksa dana saham konvensional meningkat pesat sepanjang kuartal IV/2020 dan melampaui kinerja reksa dana saham syariah.

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengatakan secara kinerja, sepanjang kuartal IV/2020 reksa dana saham syariah berbasis Jakarta Islamic Index (JII) yang dikelolanya naik hampir 20 persen.

Namun, raihan tersebut masih kalah dibandingkan kinerja reksa dana saham yang mengacu pada indeks LQ45 yang menorehkan kinerja 26 persen sepanjang kuartal berjalan.

“Jadi memang waktu [pasar] rebound kinerja harga saham perbankan sangat kuat,” katanya kepada Bisnis, Kamis (10/12/2020)

Di sisi lain, jika melihat aset kelas secara keseluruhan, Farash menyebut reksa dana syariah dengan kinerja yang paling moncer adalah reksa dana pendapatan tetap berbasis Surat Berharga Syariah negara (SBSN) dengan kinerja year to date 11,8 persen. 

Adapun, untuk menjaga kinerja reksa dana saham syariah kedepan, Farash mengaku tetap fokus di perusahaan dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi di JII.

Sementara itu, belum lama ini Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin mengungkapkan, kontribusi aset pasar modal syariah terhadap pertumbuhan domestik bruto (PDB) cukup signifikan.

“Kontribusi aset syariah, termasuk saham, reksadana syariah, dan sukuk sebesar 29 persen atau senilai Rp4.569 triliun, sedangkan kontribusi kapitalisasi saham syariah 24 persen atau senilai Rp3.745 triliun dari total PDB [Produk Domestik Bruto] 2019 senilai Rp15.833 triliun,” ujar Ma’ruf.

Oleh karena itu, Wapres meminta para pelaku industri memperkuat infrastruktur sistem online trading dengan tata kelola yang baik. Kepastian keamanan sistem juga mesti menjadi perhatian dan terus disempurnakan.

Selain itu, Wapres menekankan bahwa para pelaku industri pasar modal syariah harus menyadari bahwa bisnis pasar modal merupakan bisnis yang berbasis kepercayaan. Sebab itu, kepercayaan masyarakat merupakan hal yang mutlak harus dijaga.

“Masyarakat juga harus mendapatkan edukasi dan literasi tentang bagaimana pemanfaatan layanan berikut risiko-risiko yang akan dihadapi,” ujar Wapres.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi syariah reksa dana Indeks Syariah
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top