Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pakuwon (PWON) Caplok Aset Mal Milik Duniatex, Ini Kata Fitch Ratings

Fitch Ratings menilai tambahan aset dari akuisisi dua pusat perbelanjaan relatif kecil dibandingkan properti utama milik PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 08 Desember 2020  |  16:59 WIB
Hartono Mall Yogyakarta. Istimewa
Hartono Mall Yogyakarta. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menyebut aksi akuisisi yang dilakukan emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk. tidak akan berdampak terhadap peringkat perseroan. Akuisisi senilai Rp1,35 triliun itu juga disebut tidak akan menyedot likuiditas Pakuwon secara signifikan.

Emiten bersandi saham PWON itu mengakuisisi dua pusat perbelanjaan di Yogyakarta dan Solo serta hotel Marriot di Yogyakarta milik perusahaan tekstil Duniatex. Akuisisi disebut membantu diversifikasi aset emiten dengan kode saham PWON di Indonesia.

“[Akusisi itu] Tidak akan berdampak terhadap rating perseroan,” tulis Fitch dalam laporannya, Senin (7/12/2020).

Adapun, saat ini peringkat utang PT Pakuwon Jati Tbk. ditetapkan pada BB dengan outlook stabil.

Lebih lanjut, Fitch menilai aksi akuisisi yang dilakukan PWON sejalan dengan strategi perseroan untuk meningkatkan luas sewa (net leasable area/NLA) pusat perbelanjaan dan kamar hotel.

Adapun, Hartono Lifestyle Mall Yogyakarta memiliki NLA seluas 77.000 meter persegi dan Hartono Lifestyle Mall Solo memiliki NLA seluas 35.000 meter persegi. Sedangkan Hotel Marriott Yogyakarta memiliki 347 kamar.

Selain itu, Hartono Lifestyle Mall Yogyakarta dan Hartono Lifestyle Mall Solo juga memiliki okupansi yang stabil pada 2020 dengan rata-rata 90 persen.

Sementara okupansi Hotel Marriott di Yogyakarta pada tahun ini berada di level rendah sebesar 50 persen akibat pandemi menahan pengunjung asing masuk ke Indonesia. Namun, tambahan aset kali ini relatif kecil dibandingkan properti utama milik PWON dan tidak terlalu menambah skala secara material.

Fitch menunjukkan total EBITDA (pendapatan sebelum terkena bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) dari tiga aset properti yang baru diakuisisi itu sekitar 10 persen dari EBITDA perseroan pada 2019. Kendati demikian, tentunya aset baru tersebut bakal mampu memompa pendapatan PWON mengingat lokasinya yang strategis.

“Ketiga aset itu mendapatkan keuntungan dari jalan tol yang menghubungkan Yogyakarta dan Solo ke Jakarta dan Surabaya,” tulis Fitch.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fitch ratings pakuwon jati duniatex
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top