Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Adu Kuat Sentimen, Wall Street Ditutup Variatif Usai Cetak Rekor

Bursa saham Amerika Serikat ditutup variatif usai indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi. Tarik menarik sentimen antara vaksin dan stimulus AS membuat indeks S&P 500 ditutup melemah sedangkan Dow Jones dan Nasdaq menguat.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  04:27 WIB
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat memangkas tingkat keuntungan setelah sebuah laporan menyebut Pfizer inc akan memberikan dosis vaksin lebih sedikit dari yang diperkirakan.

Dilansir dari Bloomberg, Wall Street telah mencapai rekor tertinggi tiga hari beruntun sebelum parkir di zona merah pada perdagangan Kamis (3/12/2020). Indeks S&P 500 ditutup melemah 0,20 persen. Adapun indeks Dow Jones dan Nasdaq Composite menguat masing-masing 0,29 persen dan 0,23 persen.

Di awal perdagangan, Dow Jones menguat 0,32 person sedangkan indeks Nasdaq Composite naik 0,28 persen. Sementara itu, indeks indeks S&P 500 menguat tipis 0,09 persen dan memperbarui rekor tertingginya sepanjang masa. 

Sektor sektor real estat dan konsumer memimpin kenaikan indeks S&P 500. Saham Micron Technology Inc. naik setelah produsen chip tersebut meningkatkan proyeksi pendapatan tahun ini. Saham International Paper Co. melonjak setelah mengumumkan rencana spin-off.

Para pelaku pasar kini fokus ke proposal stimulus yang didukung oleh Partai Demokrat dan Partai Republik. Dukungan dari dua partai membuat peluang pemberian stimulus sebelum tutup tahun terbuka lebar.

"Kami terus melihat tarik-menarik jangka pendek versus jangka panjang," kata Chris Gaffney, presiden pasar dunia di TIAA Bank, melalui telepon,seperti dikutip dari Bloomberg.

Fokus investor telah beralih ke proposal Partai Demokrat untuk memecahkan kebuntuan stimulus yang dapat mendorong reli di pasar saham.

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan amat "menggembirakan" bahwa Demokrat menerima jumlah yang lebih kecil untuk paket stimulus. Namun hal itu tidak memberikan indikasi bahwa Partai Demokrat bersedia menaikkan tawarannya sendiri untuk mendapatkan kesepakatan.

Sebelumnya Ketua DPR Nancy Pelosi dan pemimpin Senat Partai Demokrat Chuck Schumer menyepakati proposal paket stimulus senilai US$908 miliar.

"Pasar terus berusaha keras untuk mendapatkan paket stimulus, tidak peduli apa ukurannya," kata Kepala Strategi Investasi CFRA Research Sam Stovall.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street stimulus Vaksin Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top