Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sentimen Vaksin Pfizer Belum Yahud, Bursa Asia Dibuka Variatif

Berdasarkan data Bloomberg per pukul 08.00 WIB, indeks Topix Jepang menguat 0,19 persen, diikuti indeks Kospi Korea Selatan yang juga menghijau dengan naik 1,58 persen dan indeks Kosdaq yang naik 0,90 persen.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  08:17 WIB
Bursa Asia -  Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Asia terpantau bergerak variatif di awal perdagangan Kamis (3/12/2020) seiring dengan prospek vaksin corona, stimulus AS, dan pemulihan ekonomi.

Berdasarkan data Bloomberg per pukul 08.00 WIB, indeks Topix Jepang menguat 0,19 persen, diikuti indeks Kospi Korea Selatan yang juga menghijau dengan naik 1,58 persen dan indeks Kosdaq yang naik 0,90 persen.

Sebaliknya, di China pergerakan bursa cenderung memerah. Indeks Shanghai Composite terkoreksi tipis 0,07 persen, begitu pula indeks Hang Seng Hongkong turun 0,13 persen. Sementara indeks S&P/ASX 200 Australia menghijau dengan naik 0,23 persen.

Perdagangan ekuitas di Asia dimulai dengan tenang karena saham global berhenti di posisi tertinggi sepanjang masa, dengan investor yang dipenuhi sikap optimisme baru atas pembicaraan stimulus AS dan persetujuan vaksin.

Seperti diketahui, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi dan pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer menyerukan pembicaraan segera dan mengatakan proposal bantuan bipartisan senilai US$908 miliar harus menjadi dasar untuk negosiasi.

Di sisi lain, Inggris menyetujui vaksin Covid dari Pfizer Inc. dan BioNTech SE untuk segera diterapkan sebagai vaksin darurat.

Kepala Strategi di BNY Mellon Investment Management Alicia Levine mengatakan pasar sudah hampir price in dengan ekspekstasi pertumbuhan 2021 yang lebih baik dari perkiraan, terutama di paruh kedua nanti.

“Pesannya tersirat adalah mengenai adanya hari-hari yang lebih baik di depan dan bahwa penurunan serta konsolidasi sangat dapat dibeli,” katanya seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (3/12/2020)

Sementara itu, pada Rabu (3/12/2020) waktu setempat, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan bahwa tidak ada keretakan antara bank sentral dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin terkait penghentian program pinjaman darurat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia bursa global pfizer

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top