Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Pantau Vaksin dan Stimulus, Pasar Asia Ditutup Variatif

Pada penutupan perdagangan hari ini, bursa Korea Selatan dan Jepang ditutup menguat sedangkan bursa Australia melemah.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  14:11 WIB
Bursa Saham Korea Selatan. -  Seong Joon Cho / Bloomberg
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Asia ditutup bervariasi seiring dengan sikap investor yang memantau pengembangan vaksin virus corona dan pembicaraan terkait paket stimulus AS.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (2/12/2020), indeks Kospi Korea Selatan ditutup menguat 1,6 persen disusul Topix Jepang yang naik 0,6 persen. Selanjutnya, indeks S&P/ASX 200 Australia ditutup menguat tipis 0,03 persen. 

Sementara itu di China, indeks Hang Seng Hong Kong terpantau turun 0,17 persen, dan indeks Shanghai Composite China terkoreksi 0,08 persen. 

Seperti diketahui, produsen vaksin Pfizer Inc. dan mitranya BioNTech SE telah meminta izin peraturan untuk vaksin Covid-19 mereka di Uni Eropa dan BioNTech mengatakan dapat mulai mengirimkan dosis pertama "dalam beberapa jam" setelah persetujuan.

Head of Global Market Strategy Natixis Investment Managers Solutions Esty Dwek mengatakan saat ini pelaku pasar tengah memperhitungkan tingkat priced-in dari sentimen-sentimen yang ada.

"Menyambut tahun 2021, outlook saat ini adalah perbaikan performa dan meninggalkan hal-hal buruk di masa kekacauan pandemi. Meski demikian, sejumlah risiko masih akan membayangi," katanya.

Sementara itu, pembicaraan terkait kelanjutan paket stimulus AS terus berjalan pada Selasa waktu setempat. Ketua DPR AS dari Partai Demokrat Nancy Pelosi telah mengirimkan revisi rancangan undang undang stimulus AS, sementara Ketua Senat AS Partai Republik, Mitch McConnell juga melakukan hal serupa. 

Terlepas dari optimisme, Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan anggota parlemen bahwa ekonomi AS tetap dalam keadaan berantakan dan tidak pasti dalam paparannya pada sidang hari Selasa di depan Komite Perbankan Senat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia Vaksin
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top