Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Dibuka Menguat, Saham Properti SSIA hingga LPKR Mencuat

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,31 persen atau 17,4 poin menjadi 5.611,46.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 20 November 2020  |  09:02 WIB
Karyawan mengamati pergerakan saham di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/11/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan mengamati pergerakan saham di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/11/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (20/11/2020).

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,31 persen atau 17,4 poin menjadi 5.611,46. Terpantau 166 saham menguat, 21 saham koreksi, dan 162 saham stanan.

Saham properti mendominasi daftar top gainers sementara seperti PT Intiland Development Tbk. (DILD) +4,76 persen, PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) +4,27 persen, dan PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) +2,5 persen.

IHSG berpeluang mencetak pekan sempurna bila mampu menutup perdagangan hari ini dengan parkir di zona hijau.

Sementara itu, kemarin IHSG berhasil menguat 0,66 persen ke posisi 5.594,05. Sejak awal pekan, IHSG mencetak reli empat sesi beruntun.

Direktur Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG terlihat masih akan berlanjut jika IHSG berhasil bertahan di atas level resisten. Dia menambahkan, kenaikan IHSG juga ditopang oleh masih stabilnya perekonomian Indonesia yang terlihat dari data yang telah terlansir.

“Jika terjadi koreksi wajar para investor masih dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek, hari ini IHSG berpotensi bergerak terbatas,” jelas William dalam laporan riset harian, Jumat (20/11/2020).

Dia menyebut, IHSG bakal bergerak di rentang 5.489 - 5.606 pada perdagangan hari ini. Rekomendasi saham pilihannya ialah BBCA, ITMG, GGRM, AKRA , APLN, TBIG, dan ASRI. Saham properti memang tengah terdorong sentimen penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia.

Kemarin, Bank Indonesia memutuskan untuk memangkas BI 7 Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin ke level 3,75 persen, posisi terendah sepanjang sejarah. Penurunan bunga acuan akan memicu bunga simpanan yang lebih rendah sehingga bakal menurunkan tingkat bunga kredit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bank indonesia properti
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top