Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menghitung Cuan Saham BBCA dari Tabungan Winda Earl

Atlet e-sport Winda Earl menabung di Bank Maybank Indonesia sejak 2015 senilai Rp20 miliar. Andai dibelikan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), Winda sudah meraup cuan lebih dari 100 persen.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 16 November 2020  |  06:00 WIB
Pekerja membersihkan dinding kantor Bank Central Asia (BCA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone
Pekerja membersihkan dinding kantor Bank Central Asia (BCA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Sudah satu pekan lamanya kasus yang menimbal atlet e-sport Winda Lunardi atau Winda Earl menjadi pembicaraan hangat. Perkara dana tabungan Rp20 miliar yang diklaim hilang tentu memancing atensi publik, terlebih PT Bank Maybank Indonesia Tbk diwakili pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Kasus Winda Earl bermula saat kasus kehilangan dana sini dilaporkan ke Bareskrim Polri pada 6 Maret 2020.  Kuasa hukum Winda Earl Joey Pattinasarany mengatakan dana yang disimpan di Bank Maybank Indonesia sudah ditabung sejak 2015.

Bareskrim Polri kemudian menetapkan Kepala Cabang Maybank Cipulir Jakarta Selatan berinisial A sebagai tersangka terkait hilangnya uang Winda Earl tersebut. Pihak Bank Maybank Indonesia  juga sudah melaporkan dan memproses dugaan tindak pidana ini kepada pihak kepolisian.

Beberapa hari kemudian, Kuasa Hukum Bank Maybank Indonesia. Hotman Paris Hutapea mengatakan dia telah memberikan saran kepada bank yang dimiliki investor Malaysia itu untuk membayar ganti rugi kepada Winda Earl. 

Hotman menyebut dirinya meminta Maybank membayar ganti rugi terlepas dari kejanggalan yang ditemukan dalam kasus ini. Penggantian itu disebut sebagai itikad baik perusahaan yang bergerak di sektor perbankan yang sangat menjaga kepercayaan.

"Saya sudah bilang ke Maybank, bayarkan saja, ini uang kecil sedangkan aset Maybank Rp175 triliun," katanya dalam acara di salah satu stasiun televisi swasta yang ditayangkan Kamis (12/11/2020).

Terlepas dari kasus Winda Earl, dana Rp20 miliar yang ditabung sejak 2015 berpotensi memberikan keuntungan bila ditempatkan di instrumen saham. Bisnis memilih beberapa saham penghuni daftar big caps atau saham dengan kapitalisasi pasar (market capitalization) di atas Rp100 triliun dalam rentang Januari 2015 hingga 13 November 2020.

Untuk memudahkan perhitungan, emiten yang dipilih tidak pernah melakukan aksi korporasi terkait nilai saham seperti pemecahan nilai saham (stock split) atau penggabungan nilai saham (reverse stock).

Hasilnya, berdasarkan simulasi harga, Winda Earl bisa meraup cuan 141 persen bila menempatkan dana Rp20 miliar di saham PT Bank Central Asia Tbk. Dana awal Rp20 miliar akan mengembang menjadi Rp48,31 miliar per posisi 13 November 2020. 

Hal itu bisa terjadi tentu saja karena harga saham BCA naik terus dalam periode 5 tahun terakhir. Paada penutupan perdagangan Jumat (13/11/2020), harga saham BBCA sudah sudah hampir mendekati posisi pada awal tahun di level 34.000.

Keuntungan yang didapat Winda tidak hanya berasal dari capital gain atau kenaikan harga saham, tetap juga dari dividen. Ingat, BCA merupakan salah satu emiten yang konsisten membagikan dividen setiap tahunnya.

Sementara itu, bila dibandingkan dengan saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero),cuan yang didapat Winda Earl akan lebih kecil. Pasalnya, saham TLKM hanya naik 4,55 perse dalam periode 2015 - 13 November 2020.

Bahkan, Winda Earl bakal boncos kalau membeli saham PT Astra International Tbk. selama lima tahun terakhir. Hal ini terjadi dalam periode tersebut saham berkode ASII turun 31 persen. Walhasil, duit Rp 20 miliar susut menjadi Rp15,94 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca maybank hotman paris
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top