Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ramayana (RALS) Rugi Rp95 Miliar pada Kuartal III/2020

Berdasarkan laporan keuangan per September 2020, emiten berkode saham RALS tersebut membukukan penurunan pendapatan 57,03 persen secara tahunan menjadi Rp1,9 triliun. 
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 01 November 2020  |  14:21 WIB
Gerai Ramayana Prime di Cibubur. / Bisnis / Novita Sari Simamora
Gerai Ramayana Prime di Cibubur. / Bisnis / Novita Sari Simamora

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. mencatatkan perlambatan pertumbuhan pendapatan yang akhirnya membuat perseroan merugi hingga 9 bulan pertama tahun 2020 ini.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2020, emiten berkode saham RALS tersebut membukukan penurunan pendapatan 57,03 persen secara tahunan menjadi Rp1,9 triliun. 

Adapun, beban pokok penjualan barang beli putus perseran sebenarnya sudah ditekan hingga 54,71 persen secara tahunan menjadi Rp1,1 triliun.

Hal ini juga sejalan dengan penurunan beban umum dan administrasi serta beban penjualan masing-masing 28,82 persen secara tahunan menjadi Rp818,76 miliar dan 35,11 persen secara tahunan menjadi Rp188,35 miliar.

Pada akhirnya, komponen tersebut membuat rugi bersih perseroan hingga kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp95,22 miliar, berbalik jika dibandingkan dengan laba bersih yang diraup perseroan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp612,42 miliar.

Padahal, untuk kinerja semester pertama lalu, perseroan masih mencatatkan laba bersih Rp5,36 miliar, kendati tergerus 99,1 persen dibandingkan dengan laba periode tahun sebelumnya sebesar Rp589,83 miliar.   

Berdasarkan segmen operasi, bisnis perseroan sendiri masih ditopang oleh penjualan barang beli putus dan komisi penjualan konsinyasi dari segmen pakaian dan aksesoris mencapai 85,23 persen dari total pendapatan.

Sementara itu, penjualan dari segmen yang sama juga sebenarnya menurun 67,61 persen secara tahunan menjadi Rp1,33 triliun.

Manajemen menyebutkan terjadi penurunan kas dan setara kas dan deposito berjangka yang dipakai untuk membayar dividen kas dan utang usaha pihak ketiga yang mengakibatkan liabilitas menurun signifikan. 

“Terjadi penurunan kas dan setara kas, serta deposito berjangka yang dipakai untuk membayar dividen kas dan utang usaha pihak ketiga yang mengakibatkan sisi utang usaha berkurang dibandingkan periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019,” ungkap perseroan   

Hal ini menerangkan bahwa total liabilitas perseroan menurun 30,05 persen menjadi Rp1,03 triliun, sejalan dengan itu terjadi penurunan ekuitas 10,39 persen menjadi Rp3,73 triliun, dibandingkan dengan periode akhir tahun lalu.

Adapun, kas dan setara kas perseroan naik signifikan sebesar 107,62 persen secara tahunan menjadi Rp1,87 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten ramayana
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top