Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Libur Panjang IHSG Menguat, Rekomendasi Saham BCA hingga Indofood

Berdasarkan Kalender Libur Bursa Tahun 2020, perdagangan akan diliburkan pada 28, 29, dan 30 Oktober 2020 mengikuti ketentuan cuti bersama.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  21:00 WIB
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas,  Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (27/10/2020) menjelang libur panjang Oktober 2020.

Director Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menyampaikan jelang libur panjang pergerakan IHSG terlihat berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajar. Resistan level terdekat sedang berusaha ditembus dan digeser ke arah yang lebih baik.

Fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas masih akan turut mewarnai pergerakan IHSG. Masih tercatatnya capital outflow sepanjang 2020 juga akan turut memberikan sentimen terhadap pola gerak IHSG.

"Pada Selasa (27/10/2020), IHSG berpotensi pada zona hijau dalam rentang 4889 - 5188," paparnya, Senin (26/10/2020).

Sejumlah saham pilihan Indosurya Bersinar Sekuritas besok adalah BBCA, TLKM, ICBP, ITMG, SMGR, BBRI, dan AALI.

Jelang libur panjang, investor tampak getol berbelanja saham. Hal itu pun mengerek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (26/10/2020).

Berdasarkan Kalender Libur Bursa Tahun 2020, perdagangan akan diliburkan pada 28, 29, dan 30 Oktober 2020 mengikuti ketentuan cuti bersama.

Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG naik 0,62 persen atau 31,86 poin menjadi 5.144,05. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 5.113,02 - 5.158,26. Terpantau 225 saham menguat, 188 koreksi, dan 170 stagnan.

Total transaksi mencapai Rp7,13 triliun. Investor asing tampak cenderung melakukan aksi beli dengan net buy Rp127,99 miliar. Aksi net buy tersebut tertolong pembelian saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Investor asing melakukan net buy saham BMRI senilai Rp239,2 miliar. Saham BMRI pun naik 4,05 persen atau 225 poin menjadi Rp5.775.

Dalam laporan keuangannya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mencatatkan laba bersih konsolidasi hingga kuartal III/2020 senilai Rp14,03 triliun.

Jika dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu, maka terdapat penurunan laba cukup signifikan sebesar 30,7 persen dari Rp20,25 triliun.

Selanjutnya, saham big caps lainnya yang diborong investor asing ialah PT Astra International Tbk. (ASII) dengan net buy Rp67,4 miliar. Saham ASII bertengger di level Rp5.400, sama seperti perdagangan sebelumnya.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan net buy Rp64,3 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) net buy Rp56,1 miliar. Saham BBRI mampu naik 1,52 persen menuju Rp3.340, sedangkan saham BBCA meningkat 0,78 persen ke level Rp29.075.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top