Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kondisi Membaik, Pefindo Tak Banyak Utak-Atik Peringkat Perusahaan Keuangan di Kuartal III

Peringkat ataupun outlook dari perusahaan jasa keuangan tak banyak berubah seperti pada kuartal II/2020 karena tren restrukturisasi kredit di sektor perbankan dan pembiayaan cenderung menurun pada kuartal III/2020.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  15:56 WIB
Ilustrasi - www.pefindobirokredit.com
Ilustrasi - www.pefindobirokredit.com

Bisnis.com,  JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) tidak terlalu banyak mengubah peringkat perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan pada kuartal III/2020.

Analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan Pefindo Danan Dito menyampaikan keadaan pada periode Juli - September 2020 lebih baik dibandingkan periode tiga bulan sebelumnya.

“Mayoritas peringkat yang dilakukan kebanyakan di level kategori AAA diikuti kategori AA,” kata Dito dalam paparan daring, Kamis (15/10/202).

Berdasarkan data Divisi FI Ratings Pefindo, terdapat 70 pengerjaan peringkat pada kuartal III/2020 yang termasuk review dua surat berharga yang jatuh tempo.

Dilihat dari kategori peringkat, Pefindo lebih banyak memberikan penilaian kepada perusahaan dengan peringkat kategori AAA sebanyak 28 perusahaan, kategori AA sebanyak 13 perusahaan, dan sisanya di kategori A, BBB, serta BB dan ke bawah.

Dito menyebut pihaknya tidak banyak mengubah peringkat ataupun outlook dari perusahaan jasa keuangan seperti pada kuartal II/2020 karena tren restrukturisasi kredit di sektor perbankan dan pembiayaan cenderung menurun pada kuartal III/2020.

“Memang, relatif sebagian besar masih sama peringkatnya hal ini tidak lepas terutama untuk sektor jasa keuangan terutama perbankan juga faktor dukungan pemegang saham yang kuat baik itu BUMN, dari pemerintah, maupun swasta,” tutur Dito.

Dito memaparkan di sektor finansial saat ini tantangan masih berada di sisi profitabilitas dan arus kas berkurang akibat restrukturisasi, hingga kenaikan biaya pencadangan.

Namun, biaya pendanaan yang masih cukup tinggi bakal dapat membuat perusahaan mempertahankan likuiditasnya.

Adapun, hanya ada dua perubahan peringkat yang dilakukan Pefindo untuk perusahaan jasa keuangan. Keduanya merupakan pemberian kenaikan peringkat yaitu untuk Bank Bukopin dan KIK EBA Mandiri-Garuda.

Dito menjelaskan bahwa masuknya Kookmin Bank ke dalam Bank Bukopin menjadi salah satu pertimbangan Pefindo merevisi naik peringkat Bank Bukopin menjadi idAA/stabil dari sebelumnya idBBB-/stabil.

Selanjutnya, KIK EBA Mandiri-Garuda juga diberi kenaikan peringkat menjadi idBB/negatif dari sebelumnya idCCC/CW negatif.

Untuk KIK EBA Mandiri-Garuda, Dito menyebut risiko dampak pandemi masih membayangi. Apalagi, penerbangan umroh belum dilanjutkan sampai saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pefindo
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top