Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Rekomendasi Saham Reliance Sekuritas

IHSG bergerak menguat terbatas menguji resistance Moving Average 200 hari pada support resistance 5133-5198.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  07:35 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Reliance Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Kamis (15/10/2020).

Head of Research Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal IHSG bergerak menguat lebih dekat pada resistance Moving Average 200 setelah berhasil break out resistance pivot fibonacci ratio.

Indikator Stochastic yang bergerak jenuh akan menjadi penahan lajut pergerakan IHSG selajutnya. Indikator MACD memiliki pergerakan yang masih cenderung positif dimana MACD line dan signal line memiliki span positif mengarah ke area overvalue dan Histogram yang memiliki akselerasi pergerakan yang kuat.

“Sehinga kami perkirakan IHSG bergerak menguat terbatas menguji resistance Moving Average 200 hari pada support resistance 5133-5198,” tulis Lanjar dikutip dari publikasi riset, Rabu (14/10/2020).

Adapun, saham-saham rekomendasi Reliance Sekuritas yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini secara teknikal di antaranya; ADRO, AKRA, MEDC, BRPT, ICBP, LPPF, MYOR.

Kemarin, IHSG (+0,85 persen) diketahui naik 43,53 poin ke level 5.176,10, setelah sempat dibuka berfluktuatif di zona negatif. Saham-saham di sektor pertambangan (+3,72 persen) kompak mengalami penguatan.

Sentimen yang mendorong ialah rencna Badan Usaha Milik Negara membentuk holding perusahaan yang memproduksi baterai kendaraan listrik dimana nantinya akan diberi nama Indonesia Battery Holding.

Menurut MIND ID, ANTM (+24,84 persen) akan menjadi hulunya. Perminatan perusahaan China dan Korea Selatan untuk membentuk perusahaan sektor hilir baterai listrik di Indonesia dengan jumlah investasi yang cukup besar menjadi faktor utama.

Selain itu saham tambang lain ikut mendapatkan optimisme tersebut dimana TINS (+21,09 persen), INCO (+9,40 persen), DKFT (+4,46 persen), MEDC (+7,95 persen) dan HRUM (+4,13 persen), ADRO (+3,04 persen) naik signifikan. Investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar Rp39,49 miliar.

Di sisi lain, indeks saham Asia ditutup bervariasi. Indeks Nikkei (+0,11 persen) naik sedangkan TOPIX (-0,32 persen), Hangseng (-0,03 persen) dan CSI300 (-0,66 persen) turun.

Investor terlihat wait and see dalam menjamu laporan keuangan emiten untuk buku kuartal ke-3 tahun 2020. Hal tersebut memudarkan efek dari upaya PBOC melakukan penurunan nilai tukar Yuan guna menopang aktifitas ekspor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top