Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lo Kheng Hong Direkayasa Jadi ‘Jimat Penglaris’ Saham BRIS hingga TLKM

Rekayasa foto Lo Kheng Hong kerap digunakan sejumlah individu untuk mendongrak saham-saham tertentu.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  07:27 WIB
Lo Kheng Hong memegang sekitar 942,18 juta saham atau 5,68 persen PT Global Mediacom Tbk. (BMTR). Istimewa
Lo Kheng Hong memegang sekitar 942,18 juta saham atau 5,68 persen PT Global Mediacom Tbk. (BMTR). Istimewa
Bisnis.com, JAKARTA - Kesaktian sosok Lo Kheng Hong dalam mendongkrak harga saham membuat segelintir orang mencari jalan pintas untuk menemukan harta karun terbesar dunia di pasar modal.

Ungkapan keberadaan harta karun terbesar dunia di pasar modal kerap diucapkan investor kenamaan Indonesia, Lo Kheng Hong (LKH), dalam sejumlah kesempatan. Sayangnya, banyak yang ingin menemukan dalam waktu singkat.

Ampuhnya efek foto LKH memang bukan isapan jempol belaka. Pada Agustus 2020, fotonnya di depan kutipan Hary Tanoesoedibjo (HT) terbukti langsung memantik pergerakan saham Grup MNC.

Pak Lo, sapaan akrabnya, berpose di depan kutipan HT usai menghadiri rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) pada Selasa (11/8/2020). Keesokan harinya, saham induk usaha MNC Group itu sempat terbang 24,53 persen.

Pria yang mendapat julukan Warren Buffet Indonesia itu pun membenarkan foto yang beredar. Bahkan, dia mengatakan dengan gamblang memiliki saham BMTR.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), LKH masuk ke dalam daftar investor BMTR dengan total kepemilikan di atas 5 persen per 25 September 2020. KSEI mencatat LKH memegang sekitar 942,18 juta saham atau 5,68 persen BMTR hinga Jumat (25/9/2020).

Berkaca dari efek dongkrak saham BMTR, rupanya banyak pihak yang tergiur ingin mendapatkan cuan dari kenaikan harga saham dalam waktu singkat. Strateginya dengan menyebar foto LKH di depan logo emiten terkait.

Salah satu yang paling hangat yakni foto LKH nampak di depan teller PT Bank BRIsyariah Tbk. (BRIS). Gambar ini beredar di sejumlah sosial media saat kabar merger perbankan syariah BUMN hangat dibahas pada pekan ketiga Oktober 2020.

Rekayasa foto Lo Kheng Hong di depan logo PT BRISyariah Tbk. (BRIS). Istimewa

Pak Lo langsung membantah foto yang beredar. Pihaknya menyatakan dengan tegas tidak pernah berfoto di BRIsyariah dan tidak memiliki saham perseroan.

“Saya tidak punya saham BRIsyariah,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (13/10/2020) malam.

Pak Lo berkisah rekayasa fotonya bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, pernah beredar dengan komposisi yang sama yakni gambar dirinya berpose dengan logo PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).

“Ketiga foto ini pun rekayasa. Saya tidak punya saham TLKM, FREN, dan BBNI,” jelasnya.

LKH mengatakan fotonya sering direkayasa dan disalahgunakan seseorang untuk mendapatkan keuntungan di bursa. Menurutnya, oknum itu tidak mengetahui bahwa langkahnya telah melanggar Undang Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Selama ini saya masih diam, tetapi kalau sudah keterlaluan dengan terpaksa saya akan laporkan kepada pihak yang berwajib,” imbuhnya.

Berikut foto-foto rekayasa Lo Kheng Hong lainnya yang menyiratkan saham tertentu.

Foto rekayasan LKH di depan logo PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Istimewa
Foto rekayasa Lo Kheng Hong di depan logo PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Istimewa
Foto rekayasa Lo Kheng Hong di depan logo PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Istimewa

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham lo kheng hong
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top