Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Transisi, Pemilik Pondok Indah Mal Kasih Diskon Sewa 50-100 Persen

PT Metropolitan Kentjana Tbk, pengelola Pondok Indah Mall memberikan diskon 50 persen hingga 100 persen kepada tenant. Diskon 100 persen diberikan untuk tenant pengusaha bioskop, gym, dan pusat permainan anak.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  19:35 WIB
Area pintu masuk Pondok Indah Mall (PIM) di Jakarta Selatan. PIM merupakan salah satu portofolio pusat perbelanjaan yang dikelola PT Metropolitan Kentjana Tbk. - pondokindahgroup.co.id
Area pintu masuk Pondok Indah Mall (PIM) di Jakarta Selatan. PIM merupakan salah satu portofolio pusat perbelanjaan yang dikelola PT Metropolitan Kentjana Tbk. - pondokindahgroup.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti pengelola pusat perbelanjaan PT Metropolitan Kentjana Tbk. berharap periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang diberlakukan kembali oleh pemerintah DKI Jakarta dapat meningkatkan trafik pengunjung mal.

Wakil Direktur Utama Metropolitan Kentjana Jeffry Tanudjaja menyampaikan bahwa PSBB transisi yang diberlakukan kembali mulai pekan ini seyogyanya dapat meningkatkan jumlah pengunjung mal.

“Sehingga penjualan para tenant juga bisa meningkat dan mereka bisa membayar sewa dan service charge dari mal,” kata Jeffry kepada Bisnis, Selasa (13/10/2020).

Adapun, emiten berkode saham MKPI penilik Pondok Indah Mal dan Puri Indah Mal ini telah memberikan diskon sewa bagi para tenant hingga 50 persen pada masa pandemi ini. 

Khusus untuk tenant bioskop, gym, dan pusat permainan anak diberikan diskon sebesar 100 persen karena belum ada kejelasan operasional pada bidang tersebut.

Jeffry mengatakan pada awalnya potongan harga itu akan diberikan sampai dengan Oktober. Namun, perseroan memutuskan untuk memperpanjang diskon sewa tersebut hingga November 2020 sembari mencermati perkembangan pandemi.

“Kita lihat dulu ya minggu ini. Tapi kemungkinan kita masih akan beri diskon bulan depan,” imbuh Jeffry.

Pada tahun ini, Jeffry melihat pendapatan dari recurring akan tetap menjadi penopang kinerja perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan per semester I/2020, MKPI mengantongi pendapatan sebesar Rp570,23 miliar, turun 31,9 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp837,43 miliar. 

Sewa pusat perbelanjaan masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar senilai Rp230,41 miliar, terkoreksi 45,93 dari tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp426,18 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

metropolitan kentjana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top