Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sahamnya Diborong Asing hingga Rp240 Miliar, Ini Penjelasan Bos Buana Lintas (BULL)

Dalam satu bulan terakhir, emiten pelayaran BULL tengah menjadi incaran asing.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  11:17 WIB
Kapal tanker BULL Kangean, salah satu armada PT Buana Lintas Lautan Tbk.  - bull.co.id
Kapal tanker BULL Kangean, salah satu armada PT Buana Lintas Lautan Tbk. - bull.co.id

Bisnis.com, JAKARTA— Emiten pelayaran PT Buana Lintas Lautan Tbk. menjadi buah bibir seiring dengan masuknya investor asing memborong sahamnya dalam satu bulan terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan harga saham Buana Lintas Lautan berada di level Rp316 pada Selasa (13/10/2020) pukul 10:52 WIB. Total kapitalisasi pasar perseroan senilai Rp3,91 triliun.

Investor asing kembali memborong saham emiten bersandi BULL tersebut. Tercatat, net buy atau beli bersih senilai Rp26,43 miliar.

Dalam satu bulan terakhir, emiten pelayaran itu tengah menjadi incaran asing. Total net buy sepanjang periode itu mencapai Rp240,02 miliar.

Saat dimintai konfirmasi Bisnis, Direktur Utama Buana Lintas Lautan Wong Kevin mengaku tidak mengetahui transaksi yang terjadi di pasar saham.

Adapun, rencana aksi korporasi terdekat menurutnya yakni rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 15 Oktober 2020.

Di sisi lain, Kevin meyakini perseroan dapat mencapai target 2020. Optimisme itu seiring dengan pola musiman tarif sewa kapal.

“Memasuki kuartal IV/2020 yang tarif sewa rata-rata 114 persen lebih tinggi daripada kuartal-kuartal sebelumnya,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (12/10/2020).

Sebagai catatan, BULL memperkirakan pendapatan akan naik dua kali lipat dibandingkan dengan 2019. Selanjutnya, EBITDA dan laba bersih dari operasi kemungkinan akan naik masing-masing 2,5 kali dan 3,5 kali dari tahun lalu.

BULL akan menggelar RUPSLB dengan empat agenda rapat. Salah satunya meminta persetujuan melakukan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

BULL akan melakukan private placement sebanyak maksimal 10 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Kendati demikian, manajemen belum membeberkan siapa calon pembeli atau mitra strategis dalam aksi korporasi itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham investor asing buana lintas lautan
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top