Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Likuiditas Melimpah, Permintaan ORI018 Diramal Tembus Rp10 Triliun

Penjualan ORI018 diperkirakan oversubscribe seperti surat berharga negara (SBN) ritel sebelumnya.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 11 Oktober 2020  |  16:59 WIB
Karyawati menunjukan Uang Rupiah dan Dollar AS di salah satu kantor cabang Bank BNI di Jakarta, Kamis (3/9/2020).  Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawati menunjukan Uang Rupiah dan Dollar AS di salah satu kantor cabang Bank BNI di Jakarta, Kamis (3/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Permintaan obligasi negara ritel seri ORI018 diprediksi masih akan melewati target indikatif yang dibidik oleh pemerintah.

Economist PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana mengatakan optimistis penjualan ORI018 masih akan mencapai target indikator. Bahkan, pihaknya meyakini akan terjadi oversubscribe seperti surat berharga negara (SBN) ritel sebelumnya.

“Saya melihat hal ini akan didorong oleh likuiditas domestik yang melimpah. Indikatornya dana pihak ketiga perbankan Agustus 2020 tumbuh 10,2 persen secara tahunan,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (11/10/2020).

Fikri mengatakan ORI018 juga akan menjadi incaran investor milenial. Hal itu seperti yang terjadi dalam emisi instrumen sejenis sebelumnya.

“Mungkin permintaan ORI018 bisa tembus Rp10 triliun,” imbuhnya.

Sementara itu, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto memprediksi pemesanan ORI018 masih bisa melewati Rp10 triliun. Pasalnya, investor ritel masih memerlukan instrumen yang aman dan terukur.

“Apalagi ORI bersifat tradeable,” jelasnya.

Ramdhan mengatakan tren suku bunga rendah membuat bunga deposito akan semakin turun. Dengan demikian, dana berpotensi beralih ke instrumen investasi yang aman dan lebih baik seperti ORI.

Seperti diketahui, pemerintah baru sajak menerbitkan ORI017 pada Juli 2020. Saat itu, penjualan diklaim mencapai rekor sejak penjualan secara daring mulai diperkenalkan pada 2018.

Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan senilai Rp18,33 triliun hingga pukul 13:00 WIB. Pencapaian itu berbanding terbalik dari ORI016 yang hanya mencetak penjualan Rp8,2 triliun pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi sbn obligasi ritel indonesia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top